JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tidak Ikut Mudik, Begini Tradisi Santri di Ponpes BUQ Demak saat Idulfitri

Tribunnews

DEMAK – Ada sebanyak 85 santri putri Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Quran (BUQ) Demak yang tidak pulang ke kampung halamannya pada Hari Raya Idulfitri, Jumat (15/6/2018).

Pengurus putri Pondok Pesantren BUQ, Siti Nur Mahmudah (25) mengatakan, mereka tidak pulang karena para santriwati itu adalah para penghafal Alquran yang telah katam hingga 30 juz.

“Untuk memantabkan hafalannya lagi dan untuk mempersiapkan acara pondok, santri calon khotimat wajib Idulfitri di pesantren,” jelasnya, kepada Tribunjateng.com.

Baca Juga :  Desa Jetak Butuh Sokongan Pemerintah untuk Jadi Desa Wisata

Total santri putri di BUQ tercatat sebanyak 720 orang, sementara calon khotimat sebanyak 50 santri. Usai salat Idulfitri, para santri dan santriwati membersihkan beberapa bagian pondok. Mereka kemudian melakukan ziarah kubur ke pendiri pondok, yakni Kiai Haji Raden Muhammad.

“Usai bersih-bersih kami membaca tahlil di pesarean pendiri pondok,” jelas Siti.

Menurut dia, pondok salaf itu dikhususkan untuk para santri yang ingin menghafal Alquran sekaligus belajar salaf. Ada yang masuk di pondok saat lulus SD, SMP, SMA, bahkan kuliah.

Baca Juga :  Kekeringan Melanda Grobogan, 80 Desa Alami Kekurangan Air Bersih, Bantuan 1.431.000 liter Air Bersih Telah Disalurkan

Untuk menjadi calon khotimat (penghafal Alquran) di BUQ itu tidak main-main. Ada rangkaian tes yang harus dipenuhi, satu di antaranya yakni harus hafal terlebih dahulu minimal lima juz.

Usai berkunjung ke makam pendiri, para santri kembali lagi ke pondok menunggu para tamu yang biasanya berkunjung di kediaman pemilik pondok.

“Kami menunggu tamu-tamu yang hendak silaturahmi usai dari makam,” terang Siti.  

www.tribunnews.com