loading...
Loading...
Ilustrasi korban tenggelam di sungai
Ilustrasi

JAKARTA–  Sejauh ini, keamanan dalam pelayaran belum dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang penting diperhatikan. Buktinya, belakangan banyak terjadi kecelakaan di perairan, baik danau maupun laut.

Kecelakaan tersebut, sebagian besar dilatarbelakangi oleh penyalahgunaan aturan.

Mengenai hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu penyebab kecelakaan di laut disebabkan cuaca yang buruk. Untuk mencegahnya, kelayakan kapal dan pengelolaan pelabuhan merupakan hal utama yang harus diperhatikan.

“Banyak pelabuhan yang membuat kontrol tidak maksimal. Oleh karenanya Kemenhub memberikan standar dan syarat ketentuan yang berlaku di syahbandar,” ujar Budi Karya, di Menteng, Minggu (22/7/2018).

Baca Juga :  Masyarakat Sempat Dihebohkan Dengan Munculnya Puluhan Anak Ular Kobra, Begini Penjelasan LIPI

Keamanan dalam pelayaran, kata Budi Karya, belum dianggap masyarakat sebagai hal penting. Padahal, resikonya lebih besar jika terjadi kecelakaan di laut.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menjelaskan sejak 17 Juli 2018, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. “Potensi gelombang tinggi pada tanggal 22 ini sampai 26 bahkan sampai 28 Juli. Ini masih akan terjadi gelombang tinggi, puncaknya tanggal 24-25 Juli bisa sampai 6 meter,” kata dia.

Dia menganjurkan para nelayan untuk menunda kegiatan penangkapan ikan, sampai gelombang tinggi mereda. “Serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran,” ucap Dwikorita.

Baca Juga :  Saut Situmorang: Radikalisme Bisa Muncul Karena Korupsi

Data BMKG menyebutkan kemungkinan gelombang tinggi akan terjadi di berbagai wilayah perairan Indonesia, pada 23 hingga 28 Juli 2018.

www.tempo.co

Loading...