JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Bejat, 2 Remaja Nekat Begituin Siswi SMK Secara Bergilir Sampai Meninggal

pencabulan
Ilustrasi pencabulan.
Ilustrasi  

BOGOR- Kisah tragis terjadi di Bogor. Seorang siswi SMK berinisial FN menjadi korban rudapaksa sadis oleh dua remaja hingga mengalami depresi berat dan meninggal dunia.

Korban dirudapaksa secara bergiliran saat pelaku sedang pesta minuman keras. Bejatnya lagi,  aksi perkosaan berujung maut itu ternyata sudah direncanakan.

Kepala Kepolisian Resor Bogor, Ajun Komisaris Besar Andy M Dicky mengungkapkan kasus rudapaksa pelajar SMK berinisial FN yang dilakukan  terduga pelaku berinisial ISH alias IB.

“Pelaku dan korban ini sangat dekat sehingga beberapa kali pelaku meminta untuk berhubungan suami istri dengan korban,” kata Dicky kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

ISH dan FN, 16 tahun, berkenalan di akun media sosial Facebook dan telah menjalin hubungan beberapa bulan. Dan dirasa memiliki kesempatan, pelaku akhirnya melakukan aksinya dibantu dengan teman temannya.

Baca Juga :  Giliran FPI, Alumni 212, dan Rizieq Shihab Desak Pemerintah Tunda Pemilihan Kepala Daerah. Sebut Pilkada 2020 sebagai Pilkada Maut

“Indikasi pesta miras dari keterangan belum ada. Tapi intinya ini akibat pergaulan bebas yang buruk dan terpengaruh hal negatif yang dialami pelaku,” kata Dicky.

Dicky menegaskan, para pelaku hanya melakukan aksi rudapaksa tanpa direkam maupun di abadikan melalui kamera ponsel.

“Pelaku hanya ruda paksa dan tidak mengabadikan maupun merekam aksinya,” beber Dicky.

Akibat perkosaan yang dilakukan pada 3 Juli 2018, FN meninggal dunia akibat depresi berat di rumahnya, di Gunung Putri, Bogor.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, Kejagung Buru Bukti Perjalanan Jaksa Pinangki Keluar Negeri

Orang tua FN, Eko Cecep mengatakan, anaknya mengalami depresi kurang lebih seminggu. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Selama depresi itu saya merasa curiga, kok tiba tiba anak saya begini,” kata Eko saat ditemui Tempo, Senin (9/7/2018).

Kecurigaan Eko bertambah kuat saat melihat adanya darah dari alat kemaluan putrinya padahal saat itu putrinya sedang tidak menstruasi.

“Saya selidiki dari teman temannya, dan benar saja anak saya telah rudapaksa,” lanjut Eko.

Ingin kasus rudapaksa terhadap anaknya terungkap, Eko menyerahkan jasad anaknya untuk dilakukan autopsi. Dia kemudian  membuat laporan kepada pihak kepolisian.

www.teras.id