loading...
Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA – Status petahana, dalan ajang pesta demokrasi biasanya lebih berpeluang untuk menang. Termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal maju lagi untuk periode kedua.

Namun bukannya tak ada yang perlu dipersiapkan secara matang. Pasalnya, kubu lawan Jokowi pun telah bermain dengan berbagai simulasi nama Capres-Cawapres dengan menggalang koalisi, tak terkecuali dengan lembaga-lembaga survei, banyak yang telah melakukan survei.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan tiga jenis simulasi untuk melihat nama-nama yang dianggap berpotensi menjadi batu sandungan Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut ada tiga nama pasangan yang muncul sebagai lawan tangguh Jokowi. Nama pertama yakni duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Baca Juga :  Hasil Kerja Dinilai Nyata, Ratusan Komunitas Trail Soloraya Sepakat Deklarasikan Dukungan Untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 

Dalam simulasi pertama, Prabowo didapuk sebagai capres. Ia kemudian disandingkan dengan sejumlah nama, di antaranya Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Pertama, jika Prabowo sebagai capres. Pasangan Prabowo-Gatot memperoleh dukungan tertinggi, di angka 35 persen. Disusul Prabowo-Anies 19,6 persen, Prabowo-AHY sebesar 12,3 persen,” ujar Adjie, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

Loading...

“Dari simulasi ini, Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jokowi Singgung Penguasaan Lahan Jumbo, Prabowo Membenarkan

Simulasi kedua, Gatot sebagai capres disandingkan dengan Anies, AHY, Ahmad Heryawan dan tokoh lainnya.

“Jika Gatot sebagai capres, yang paling ideal, paling tinggi Gatot-Anies di angka 31,8 persen, Gatot-AHY 21,5 persen, Gatot-Aher 13,3 persen. Gatot berpasangan dengan Anies adalah pasangan paling kuat untuk melawan Jokowi,” ungkapnya.

Terakhir, Adjie mengatakan duet Anies-AHY menjadi batu sandungan lain bagi Jokowi. Hal itu terbukti dari simulasi ketiga, dimana Anies disandingkan dengan nama AHY, Ahmad Heryawan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah tokoh lain.

“Jika Anies sebagai capres, dari survei kita pasangan paling ideal adalah Anies-AHY. AHY adalah pasangan yang mampu mendongkrak Pak Anies di angka 33,4 persen. Disusul Anies-Aher 27,4 persen dan Anies-Cak imin 23,4 persen,” kata Adjie.

Baca Juga :  Ini Perjalanan Karir Bos Bukalapak Asal Masaran, Sragen Achmad Zaky yang Fenomenal dan Kini Jadi Sorotan Netizen

“Jadi Inilah lawan-lawan kuat Jokowi. Prabowo-Gatot, Gatot-Anies dan Anies-AHY,” katanya.

www.tribunnews.com


Loading...