JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menhub Budi Karya Sumadi: Ojol, terus terang saya I love you, Ngapain Musti Demo

Pengemudi ojek online melakukan aksi di depan Gedung MPR / DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 22 April 2018. Maria Fransisca Lahu
Pengemudi ojek online melakukan aksi di depan Gedung MPR / DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 22 April 2018. Tempo.co

JAKARTA–  Menanggapi rencana para pengemudi ojek online yang ingin berunjuk rasa saat Asian Games 2018 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa para pengemudi ojek online tidak perlu khawatir. Karena, dia memperhatikan para pengemudi ojek online yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya sebagai sahabat menyarankan ngapain musti demo, toh Kemenhub sahabat mereka,” ujar dia di Menteng, Minggu(22/7/2018).

“Ojol, terus terang saya I love you, saya cinta pada mereka,” sambung dia.

Menurut Budi Karya, Asian Games 2018 merupakan hajatan besar yang membanggakan semua. Sehingga rencana untuk demo lebih baik langsung dibicarakan kepadanya.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Membeludak, DKI Gandeng 26 RS Swasta

Melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi, Menhub juga membuka ruang diskusi untuk membicarakan aspirasi para mengemudi ojek online. “Pasti kita ada ruang diskusi,” ucap dia.

Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) berencana kembali melangsungkan aksi demonstrasi para pengemudi ojek online pada 18 Agustus 2018. Tepat saat Asian Games 2018 resmi dibuka Presiden Joko Widodo.

Aksi tersebut rencananya dilangsungkan di dua titik, yaitu Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dan Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Sekitar 50 ribu pengemudi ojol diperkirakan mengikuti aksi yang digelar di Jakarta.

Baca Juga :  Dulu Bersaing di Pilkada DKI Jakarta, Kini Sandiaga Uno dan Djarot Saiful Hidayat Gabung Tim Sukses Menantu Jokowi di Pilkada Kota Medan

Anggota Presidium Garda, Danny Stefanus, mengatakan mereka (para pengemudi ojek online) masih menuntut kesejahteraan para pengemudi ojek online.

“Kami tetap meminta agar aplikator mengembalikan tarif ojek online (ojol) di harga minimal, Rp 3.000 rupiah per kilometer,” tutur Danny saat ditemui Tempo di daerah Cempaka mas, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018.

Selain itu, kata Danny, mereka meminta pemerintah agar segera menyediakan payung hukum untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia. Soalnya, Danny menganggap dengan tarif Rp 1.200-Rp 1.600 per kilometer, banyak pengemudi ojek online yang hidup dengan pendapatan tidak layak.

www.tempo.co