loading...
Loading...
Dewi Novita Kurniawati. Foto/Wardoyo

SRAGEN – Tingginya angka kemiskinan di Sragen dan laju pengurangan kemiskinan yang seret,  menjadi problem dan keprihatinan tersendiri. Pola pikir dan mental warga miskin dinilai menjadi faktor krusial yang harus mendapatkan pencerahan.

Salah satunya dengan kegiatan berbasis sosial seperti pelatihan soft skill bagi masyarakat secara gratis. Gagasan itu kini mulai dirintis dengan dibentuknya

Lembaga Sosial Pemberdayaan Masyarakat (LSPM) Duta Amanah Indonesia Sragen, Jumat (20/7/2018).

LPSM DAI itu bakal menjadi mitra pemerintah dalam membantu masalah sosial. Konsultan Psikolog LPSM, Dewi Novita Kurniawati menyampaikan dalam launching lembaga yang dipimpinnya ini akan melibatkan semua kepala desa dalam pelatihan soft skill.

Baca Juga :  Terbongkar, Ada Tumpukan 30.000 Kalender di Kantor DPD PKS Sragen. Bergambar Prabowo-Sandi dan Berdesain Persis Dengan Kalender Yang Dilaporkan ke Bawaslu 

”Kami akan kelilling ke 20 kecamatan di Sragen dan melibatkan masyarakat termasuk kepala desa dalam pelatihan soft skill,” paparnya Jumat (20/7/2018).

Pihaknya menyampaikan dengan dasar psikologi akan mencoba merubaah mindset masyarakat. Seperti mendidik anak dengan pola asuh yang baik, parenting, membentengi anak remaja dari dampak negatif lingkungan dan pendampingan lansia dengan baik.

Baca Juga :  Pembobol Rp 307 Juta Dari Brankas Gudang K33 Masaran Sragen Akhirnya Diringkus. Dilumpuhkan di Daerah Jawa Timur

”Dengan bekal ilmu psikologi, kita selesaikan masalah yang tidak diketahui secara fisik. Kami juga akan mengagendakan pengobatan gratis dengan melibatkan masyarakat,” urainya.

Namun salah satu agenda besar yakni merubah pola  pikir masyarakat  yang bergantung pada bantuan pemerintah. Kondisi masyarakat yang hanya berpangku tangan pada bantuan banyak ditemui di Sragen.

Baca Juga :  Sambangi PT DJP Sragen, Koordinator BPSDMI Kemenperin Akui Banyak Lulusan Sekolah Jadi Pengangguran. Sebut Bakal Buka 72.000 Kuota Pelatihan! 

”Harapan kita, boleh miskin harta, tapi jangan miskin mental,” kata Dewi. Wardoyo


Loading...