loading...


Begini penampakan Sego Bancakan itu. Facebook/Ana Eboth

WONOGIRI-Publik Wonogiri saat ini tengah gandrung dengan menu makanan Sego Bancakan. Berupa nasi komplit sayur lauk dan lalapan terbungkus daun jati dan pisang.

Awalnya, Sego Bancakan hanya tersedia saat ada acara tradisional di pedesaan yang menyertakan tumpeng. Misalnya kenduri, selamatan bayi, syukuran, dan lainnya. Saat itu nasi tumpeng dan sajian pelengkapnya dimakan bersama-sama menggunakan alas daun pisang atau daun jati.

Seiring laju zaman, mulai jarang ada acara tradisional bancakan. Padahal penggemar menu tumpengan itu masih tetap banyak. Akhirnya masyarakat mulai memesan ke warung makan tradisional untuk membuatkan menu bancakan, namun disajikan secara praktis.

Baca Juga :  Pengendara Onthel Terseret 500 Meter Saat Terlibat Kecelakaan di Depan JNE Batu Kidul Baturetno. Tabrakan Dengan Honda Revo

“Jadi tidak lagi dalam bentuk tumpeng. Melainkan nasi satu porsi lengkap dengan gudangan atau urap, oseng lombok hijau, sayur kacang tolo, bihun, tempe dan tahu bacem, telur dadar, lalapan mentimun dan kecambah. Semuanya dibungkus daun pisang dan daun jati,” jelas salah satu penggemar Sego Bancakan, Hartini, Rabu (11/7/2018).

Tidak butuh duit banyak untuk bisa menikmati satu porsi Sego Bancakan. Cukup menyediakan uang sekitar Rp5000 sudah bisa merasakan sensasi khas masakan ndeso dengan aroma daun pisang dan jati.

Baca Juga :  Innalillahi. Warga Godang Wonodadi Pracimantoro Tewas Gantung Diri di Teras Rumahnya Sendiri

“Pokoknya maregi (membuat kenyang) dan ngangeni (bikin kangen),” jelas dia.

Penggemar Sego Bancakan lainnya, Suprapto, berujar, menu itu banyak tersedia di sejumlah warung makan dan hik di Wonogiri. Misalnya kawasan kuliner seputar Tugu Kalpataru Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri. Sego Bancakan juga disediakan di warung makan di kawasan Bangjo Pokoh ke utara, maupun di Kecamatan Baturetno.

“Saat ada acara rapat atau pertemuan-pertemuan juga sering menyajikan menu Sego Bancakan,” kata dia. Aris Arianto

Loading...