JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tyas Wulansari. Pengalaman Mengagetkan

Tyas Wulansari. Dok. Pribadi

070417 aris wng foto pipel cover4 1
Tyas Wulansari. Dok. Pribadi

WONOGIRI-Kendati baru sekitar setahun lebih sedikit bekerja di Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, sudah cukup banyak pengalaman yang diperoleh seorang Tyas Wulansari. Sebagian pengalaman tergolong menarik dan mengagetkan.

Staf rekomendasi untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Dinas Sosial Wonogiri ini menceritakan beberapa kejadian menariknya. Kejadian tersebut bukan sekali dua kali dialami, namun sudah berulang terjadi.

Dia mengaku sering didatangi warga yang meminta rekomendasi pengurusan BPJS maupun pengurusan kartu indonesia sehat (KIS). Rekomendasi dikeluarkan oleh Dinas Sosial, dan dialah pegawai yang paling sibuk untuk urusan itu.

Acapkali warga datang, hendak mengurus KIS. Namun, pada kenyataannya, mereka datang dengan penampilan jauh dari kesan warga kurang mampu, sebagaimana peruntukan KIS.

Baca Juga :  Ternyata Pemudik Terbanyak Adalah Tujuan Wonogiri, Begini Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Ketika Memantau Rapid Tes di Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak Selogiri

“Mereka datang mengendarai mobil bagus, dilihat dari foto rumahnya juga bukan termasuk warga kurang mampu, karena rumahnya sangat layak huni,” ujar perempuan manis berusia 28 tahun ini, Sabtu (28/7/2018).

Kendati demikian, yang bersangkutan tetap diberikan rekomendasi pengurusan KIS. Pasalnya sudah mengantongi surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat.

“Ada juga pengalaman lainnya yang membuat saya merasa kasihan. Banyak juga warga yang datang mencari rekomendasi BPJS, tapi berkasnya kurang lengkap. Padahal rumahnya jauh, kasihan kalau bolak-balik dari rumahnya menuju kantor Dinas Sosial,” beber warga Lingkungan Donoharjo RT 5 RW 2, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri ini.

Baca Juga :  Jadi Tujuan Pemudik Wonogiri Dapat Perhatian Khusus Satgas COVID-19 Pusat, Tidak Disangka Ternyata Kondisi Kota Sukses Malah Seperti ini

Tyas, panggilan akrabnya, baru sejak Januari tahun lalu mengabdi di Dinas Sosial. Dalam satu hari rata-rata ada sekitar 5-6 warga harus dilayani. Namun kadang jumlahnya membengkak dua kali lipat.

“Tidak pernah capek, Mas. Prinsipnya saya bekerja dengan senang, senang karena bisa membantu orang lain, apalagi yang sedang membutuhkan,” jelas Tyas.

Dia mengaku masih harus banyak belajar bekerja di bidang sosial. Pasalnya, ranah tersebut termasuk hal baru bagi dia. Sebelumnya dia bekerja di perusahaan swasta yang tentu saja berorientasi pada profit. Aris Arianto