loading...
Loading...
Tanaman tembakau di sela palawija dan padi.

WONOGIRI–Petani di Kecamatan Eromoko, saat ini tidak khawatir dengan datangnya musim kemarau. Mereka tetap bisa mendapatkan untung besar dengan menanam tenbakau.

Pasalnya saat kemarau hasil panen tembakau akan lebih baik.

Hal itu disampaikan petani tembakau asal Desa Sindukarto, Eromoko, Tarmo Dia menyebut hasil tanam tembakau cukup bagus. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, panen tembakau kali ini lebih baik lantaran intensitas hujannya tak setinggi 2016 lalu.

Dia mengatakan tanaman tembakau menjadi primadona di desanya saat musim kemarau sejak 2013 lalu.

“Saya hanya punya lahan setengah hektare, kami tanami tembakau semua. Nanti dapat uang berapa pun, saya syukuri,” tandas dia, Rabu (8/8/2018).

Menurut dia, perekonomian masyarakat terbantu dengan adanya tanaman tembakau. Apalagi, jika musim kemarau beberapa sawah dan ladang di desanya terpaksa tak tergarap karena kesulitan air. Namun, sejak ada tembakau petani tak ingin melewatkan sawah atau ladangnya tak tergarap.

Baca Juga :  Begini Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Disampaikan KH. Abdul Rasyid Bintoro Dalam Tablig Akbar di Desa Kerjo Kuduk Kecamatan Ngadirojo Wonogiri

“Karena hasilnya lumayan banyak, harganya cukup tinggi dibanding tanaman palawija,” ujar dia.

Petani tembakau asal 0)Desa Baleharjo, Kecamatan Eromoko, Warno, mengatakan keuntungan menanam tembakau cukup tinggi. Dia merinci, dengan biaya tanam dan perawatan senilai Rp5 juta, bisa mengeruk keuntungan sebesar Rp20 juta dengan ladang seluas setengah hektare.

Warga Desa Baleharjo, kebanyakan menanam tembakau pada musim kemarau sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, jagung dan kedelai menjadi primadona para petani pada musim kemarau. Namun, nilai jual jagung dianggap jauh lebih rendah dari tembakau sehingga banyak yang beralih tanam tembakau.

Baca Juga :  Gara-gara CPNS, Pemohon SKCK di Wonogiri Melonjak Hingga 3 Kali Lipat. Dari 25 Menjadi 150 Orang Perhari

Keuntungan menanam jagung, menurut dia, tidak ada setengah hasil panen tembakau. Tetapi untuk tembakau butuh dana lumayan untuk perawatannya.

Camat Eromoko Danang Erawanto mengatakan, pada 2018 ini, hasil produksi panen pertama 64000 kilogram senilai Rp 1,6 milyar. Tembakau bisa beberapa kali panen setiap musimnya.

Menurut Danang, harga tembakau masih standar mengacu musim lalu, sekitar Rp 21 ribu sampai Rp 45 ribu perkilogram. Harga tersebut tergantung masing-masing kelas (grade) tembakau.

Setidaknya ada sembilan desa yang saat ini menanam tembakau yakni, Ngadirejo, Tegalharjo, Baleharjo, Minggarharjo Sumberharjo, Panekan, Sindukarto, Eromoko, Puloharjo. Sementara petani tembakau ada 1.000 orang lebih. Aris Arianto

Loading...