loading...
Loading...
Pelepasan tenaga medis dan bantuan ke korban gempa Lombok, Selasa (14/8/2018). Foto/Wardoyo

 

KARANGANYAR-  Dengan perjalanan darat, Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar, mengirimkan bantuan medis dan peralatan kesehatan bagi korban gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu. Bantuan obat-obatan itu digalang dari kepedulian apotek-apotek dan masyarakat di Karanganyar.

Tim PMI yang berjumlah 7 orang tersebut, diberangkatkan bupati Karanganyar, Juliyatmono, dari halaman Setda setempat, Selasa (14/08/2018).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai pemberangkatan tim PMI mengatakan, PMI yang diberangkatkan ini merupakan tim yang akan menggantikan 15 relawan yang berasal dari BPBD, SAR serta organisasi masyarakat yang telah menyelesaikan tugasnya membantu korban gempa di Lombok.

Baca Juga :  Sambangi Pabrik Acidatama di  Karanganyar, Menteri Pertanian Ingatkan  Pengunaan Zat Kimia Yang Ramah Linkungan! 

Menurut bupati, PMI yang dikirim ke Lombok ini, terdairi dari satu dokter serta para medis yang akan fokus pada pelayanan kesehatan bagi korban gempa.

“ Kita kembali mengirimkan tim ke Lombok. Tim yang kita kirimkan ini merupakan tenaga ahli  dibidang kesehatan,” kata bupati, Selasa (14/08/2018).

Bupati juga mengingatkan kepada tim, agar tetap bekerja  dan melayani korban gempa dengan baik, serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang berada di Lombok.

Baca Juga :  Ratusan Motor Hawug-hawug Ditahan di Polres Karanganyar. Sebagian Pengendara Masih di Bawah Umur dan Terpengaruh Miras! 

“ Layani korban dengan baik dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” tandas bupati.

Sementara itu, Ketua PMI Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan, tenaga medis akan berada di NTB untuk merawat korban terdampak gempa selama seminggu. Selain tenaga medis, lanjut Timotius, PMI Karanganyar juga membawa bantuan obat-obatan, kantong infus, selimut, pakaian, trampolin, serta bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta.

“ Kita hanya menyalurkan, bantuan tersebut merupakan sumbangan dari sejumlah apotik dan masyarakat Karanganyar,” ujarnya. Wardoyo

Loading...