loading...
Loading...
Iluatrasi/Tribunnews

SEMARANG– Indonesia seolah tak pernah kekurangan mahasiswa berprestasi. Ini salah satu contohnya, tiga orang mahasiswa Teknik Kimia Undip berhasil mengembangkan MER-C (Membrane Separation & Catalyst).

Mer-c berasal dari limbah serbuk marmer untuk produksi biodiesel pengganti bahan bakar jenis solar yang ramah lingkungan berbahan dasar minyak jelantah.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo dan Ummi Az Zuhra dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T.

Ketua tim Mer-C Misbahudin Alhanif mengemukakan bahwa kebutuhan bahan bakar jenis solar yang semakin meningkat menyebabkan tingginya jumlah impor solar.
Di sisi lain, bahan bakar alternatif pengganti solar yakni biodiesel masih terbatas penggunaannya.

Baca Juga :  Bejat, Bapak di Kaligondang Tega Perkosa Anak Tiri Selama 3 Tahun Sampai Tak Ingat Berapa Kali Menyetubuhi. Tak Berkutik Saat Diciduk Polisi 

Hal tersebut dikarenakan dalam produksi biodiesel tidak digunakan proses yang sederhana, memerlukan konsumsi energi yang tinggi dan berakibat pada tingginya harga jual biodiesel dipasaran.

“Berdasarkan pertimbangan proses produksi, konsumsi energi dan harga jual biodiesel yang tinggi, maka dikembangkan metode sederhana pembuatan dan pemurnian biodiesel dengan memanfaatkan bahan baku limbah minyak jelantah menggunakan membran yang berasal dari limbah serbuk marmer. Membran adalah lapisan tipis yang biasanya digunakan dalam pemurnian air,” ujarnya saat ditemui di Student Center Undip, Senin (20/8).

Berbeda dari penelitian sebelumnya, produksi biodiesel dengan menggunakan membran limbah serbuk marmer dapat dilakukan secara kontinyu dan simultan.

Baca Juga :  Apel Pagi di Mapolda, Kapolda Jateng Bicara Soal Pengamanan Pilkada dan Pilkades. Begini Amanatnya! 

Hal ini akan meningkatkan jumlah biodiesel yang dapat diproduksi hingga diperoleh biodiesel dengan harga yang murah.

Selain itu, proses pembuatan biodiesel dengan menggunakan teknologi membran sangat sederhana yaitu dengan memanaskan campuran minyak jelantah dan metanol disertai penyaringan selama proses berlangsung hingga diperoleh biodiesel hasil penyaringan.

“Pada penelitian ini, limbah serbuk marmer yang digunakan berasal dari industri pengrajin marmer kabupaten Tulungagung. Kandungan CaO yang tinggi (60%) dari limbah serbuk marmer menjadi potensi yang besar untuk dijadikan katalis basa dalam pembuatan membran. Selain itu, bahan baku pembuatan biodiesel juga berasal dari minyak jelantah (minyak sisa penggorengan) yang selama ini hanya menjadi limbah yang sulit ditangani,” bebernya.

Baca Juga :  Polda Jateng Obok-obok Rutan Batang dan Periksa Urine Ratusan Napi. Hasilnya Mengejutkan! 

Dia berharap inovasi baru yang telah berhasil mendapatkan dana hibah penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dari Kemenristekdikti tahun 2018 dan akan mengikuti kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Negeri Yogyakarta 2018 ini dapat menjawab permasalahan produksi biodiesel sebagai bahan bakar pengganti solar yang ramah lingkungan.

Sehingga biodiesel dapat diproduksi dengan metode yang sederhana, konsumsi energi yang rendah dan memiliki harga jual yang mampu bersaing dengan bahan bakar fosil serta memanfaatkan lebih lanjut limbah serbuk marmer dan minyak jelantah yang masih minim pemanfaatannya. #Tribunnews

Loading...