loading...


Tim BNN saat menunjukkan temuan sabu di LP Sragen beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Meski sudah banyak tertangkap, sinyalemen adanya mafia peredaran narkoba di LP Kelas II A Sragen, agaknya tak jua mereda. Pun dengan perilaku para petugas di dalam LP, yang disinyalir ikut terlibat, juga ternyata tak kunjung jera.

Sinyalemen itu kembali mencuat menyusul temuan adanya empat sipir di LP Sragen yang diduga kuat masih terlibat peredaran narkoba. Pihak otoritas LP pun langsung sigap bertindak dengan memberikan sanksi kepada mereka yang kini juga dalam pemeriksaan BNN.

“Ada 4 orang petugas sel (sipir) yang sedang didalami karena dicurigai terlibat narkoba di dalam. Satu orang kini masih diperiksa BNN, yang tiga orang kita beri sanksi ditarik untuk bertugas di depan. Kita jauhkan dari sel,” papar Kalapas Sragen, Yosef Benjamin Yembise, Rabu (12/9/2018).

Baca Juga :  Fenomena Reses Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang WP Yang Selalu Dibanjiri Ratusan Tokoh dan Warga

Yosef yang baru dua pekan dilantik itu, menyampaikan empat oknum petugas itu dicurigai beberapa waktu lalu. Badan Narkotika Nasional (BNN) yang langsung terjun menangani pemeriksaan mereka.

Kalapas asal Papua itu juga memastikan bahwa kasus indikasi keterlibatan 4 sipir itu terjadi beberapa saat sebelum dirinya bertugas di Sragen. Namun, pihaknya pun mendukung penuh upaya pembersihan terhadap indikasi peredaran narkoba di dalam LP Sragen.

“Yang 3 masih didalami karena diduga terlibay, yang 1 masih diperiksa BNN dan kita masih menunggu hasilnya. Yang jelas itu temuan beberapa waktu lalu sebelum saya di sini,” terangnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Xenia Hancur Gasak Tronton di Tol Sragen-Ngawi Wilayah Sambungmacan. Dua Orang Tewas Mengenaskan

Terkait indikasi keterlibatan 4 sipir itu, Yosef menegaskan tidak akan mentolerir. Jika memang ada petugas yang terbukti terlibat narkoba baik ditangani Polres maupun BNN, dirinya tak akan membela.

Mereka yang terlibat, akan diserahkan ke proses hukum yang berlaku. Kemudian sanksi administrasi akan dijalankan sesuai mekanisme di Kanwil Kumham Jateng.

“Sanksi administrasi itu tergantung putusan hukumnya. Bisa jadi sampai pemecatan. Tapi yang berwenang memberikan sanksi administrasi Kanwil Jateng,”  tandasnya.

Ditambahkan, ia memang sudah berkomitmen untuk melakukan perubahan LP Sragen menuju ke lebih baik. Karenanya selain menggandeng BNN dan Polres, ia juga berharap dukungan semua pihak termasuk masyarakat agar proaktif melapor jika ada informasi peredaran narkoba di LP Sragen.

Baca Juga :  Dana BKK Cor Jalan Diduga Bocor Jutaan Rupiah, Warga Sepat Masaran Demo Bawa Spanduk Tengkorak 

“Karena masuknya narkoba itu juga dari luar dan masyarakat umum juga. Makanya kalau ada informasi, silahkan laporkan ke kami biar bisa kami tindaklanjuti,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...