loading...

 

Proses pembuatan susu kedelai

SUKOHARJO-Dosen beserta mahasiswa program studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pendampingan pembuatan susu kedelai menggunakan mesin untuk usaha kecil skala rumah tangga.

Menurut Aan Sofyan, Ketua Tim Pelaksana program pengabdian, kegiatan pendampingan sebagai upaya terjalinnya hubungan atau kemitraan antara dunia akademisi dengan dunia usaha. “Program pengabdian ini merupakan sarana aplikasi atau penerapan ilmu pengetahuan terutama bidang pangan dan gizi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha susu kedelai skala industri rumah tangga yang dijadikan sebagai mitra,” kata Aan yang juga dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan ini dalam siaran pers yang diterima redaksi Joglosemarnews kemarin.

Menurut Aan Sofyan, pelaksanaan program ini diawali dengan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh mitra yaitu keterbatasan sarana produksi susu  kedelai. Selama ini produksi susu kedelai yang dilakukan oleh para mitra baru menggunakan alat berupa blender dan saringan manual menggunakan kain saring seadanya, sehingga hal ini akan berdampak pada kuantitas maupun kualitas.

“Jumlah produksi susu kedelai selama ini belum maksimal dan hygienitas susu kedelai juga belum terjamin. Selain itu praktek pengemasan produk juga masih terbilang sangat sederhana dengan hanya menggunakan kantong plastik dan tali karet untuk membungkus susu kedelai. Oleh karena itu perlu adanya penerapan teknologi terutama dalam rangka meningkatkan produksi susu kedelai baik secara kuantitas maupun kualitas,” tambahnya.

Pada program ini, lanjut Aan Sofyan, tim pengabdian memberikan pelatihan dan pengenalan mesin pembuat susu kedelai secara otomatis. Mesin ini berfungsi dan bekerja dengan cara memasukkan sejumlah biji kedelai yang sudah direndam air, ke dalam mesin.

Loading...

“Maka secara otomatis ketika mesin dinyalakan akan keluar sari kedelai. Mesin ini mengintegrasikan antara proses penggilingan kedelai sekaligus dengan proses penyaringan. Mesin ini dirasa bisa membantu para mitra dalam meningkatkan kuantitas maupun kualitas susu kedelai, karena mampu memproduksi dalam jumlah besar, dan kualitas susu kedelai akan semakin hygienis.”

Pada program tersebut juga dikenalkan mesin cup sealer kepada para mitra. Mesin ini berfungsi untuk mengemas produk susu kedelai dengan kemasan cup, dimana kemasan sebelumnya hanya menggunakan plastik yang diikat dengan karet.

Dengan adanya kemasan baru dan label/merek pada susu kedelai yang diproduksi oleh mitra maka akan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk membeli dan mengkonsumsi susu kedelai. Apabila hal ini tercapai maka, produksi susu kedelai para mitra akan meningkat dan tentunya akan menambah keuntungan secara ekonomi bagi para mitra.

Lebih lanjut Aan Sofyan mengatakan program pengabdian ini terlaksana atas kerjasama antara Prodi Ilmu Gizi FIK UMS dengan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tingi Republik Indonesia. (Triawati Purwanto)

Loading...