loading...


tempo.co

JOGJA -Puluhan pecinta dan perajin miniatur truk dari berbagai penjuru Tanah Air turut hadir dalam kegiatan Jogja Truck Festival yang digelar di Yogyakarta, Sabtu (8/9/2018).

Para pecinta dan perajin miniatur truk itu berasal dari berbagai daerah seperti Lampung, Banjarnegara, juga Jakarta.

Yang menarik perhatian, sejumlah perajin itu sangat memperhatikan detil miniatur truk yang dibuat hingga benar-benar mirip aslinya.

Misalnya yang dilakukan Wahyu Eko Tamtomo dari komunitas Jakarta Miniatur Truck. Wahyu membawa dua miniatur dari truk Mitsubishi Fuso Canter dan Mercy Nonong.

Karya miniatur Mitsubsihi Canter Wahyu membuat pengunjung berdecak kagung lantaran detil yang ia usung pada miniatur berskala 1:20 itu.

Miniatur Canter buatan Wahyu itu hampir semua bagiannya berfungsi layaknya aslinya. Selain pintu dan bak yang bisa terbuka, wiper yang bergerak, truk itu juga punya mesin yang bergerak dengan daya dari dinamo.

Baca Juga :  Pendakian di Merapi Masih Dilarang, Ini Sebabnya

Selain itu lampu rem truk juga bisa menyala jika pedal di bagian interior diinjak (tekan) serta kopling yang berguna menyalakan mesin dan membuat ban truk mini itu bergerak. Jika setir diputar roda depan truk juga bergerak.

Bahkan, bagian kepala truk bisa diangkat (lift) untuk memperlihatkan mesin seperti truk asli. Bagian bemper samping yang dibuat seperti menganut sistem hidrolik pun juga bisa disetting naik turun seperti konsep modifikasi sebenarnya. Sedangkan untuk menyalakan semua lampu truk mini itu ada tombol tersendiri.

“Saya buat miniatur Mitsubishi Fuso Canter ini 5 bulan, bahan gampang tapi bikinnya sulit, karena konsepnnya memang detil-rapi dan handmade,” ujarnya.

Kaca-kaca truk itu juga dibuat memakai bahan akrilik seperti aslinya. Sedang bahan body menggunakan triplek.

Baca Juga :  Wouw, Dominasi Becak Motor di Jogja Bakal Digantikan Prototype Becak Listrik!

Selain Canter, miniatur truk Mercy Nonong buatan Wahyu juga benar benar menunjukkan aslinya truk angkut jadul itu. Melalui teknik pengecatan khusus, truk yang di masa tahun 1980-1990 terkenal merajai jalanan antar provinsi dan pelabuhan itu seolah hadir kembali di depan mata.

Tak hanya kap mesin serta pintu yang bisa dibuka tutup, miniatur Mercy Nonong ini di bagian bawahnya juga memiliki rotor dan gardan jadul yang bisa berputar ketika mesinnya dinyalakan.

Wahyu menuturkan miniatur yang ia buat itu seluruhnya memang di jual. Hanya saja ia tak membuka pesananan massal atau titip toko karena khawatir tak bisa memenuhi pesanan yang banyak dan selesai tepat waktu. Sebab satu miniatur bisa selesai 5 bulan.

Baca Juga :  Bentuk dan Kulitnya Persis Durian Tapi Bukan Durian, Patut Dicoba

Miniatur yang ia buat dijual seharga Rp 3,5 juta atau lebih tergantung tingkat kesulitan. Kebanyakan pembelinya adalah kolektor yang berlatar belakang pejabat instansi pemerintah juga swasta.

Misalnya Wahyu baru saja mendapat pesanan dari seorang petinggi di PLN pusat untuk menbuatkan sebuah Canter dan semua komponen fungsional.

“Prinsip saya kalau mau menunggu ya saya buatkan,” ujarnya.

www.tempo.co

Loading...