loading...

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik.

“Fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi defisit neraca berjalan,” kata Darmin saat dialog bertajuk RISING Business Forum di Singapore Business Federation (SBF) seperti keterangan tertulis yang diterima, Minggu, (9/9/2018).

Rising Business Forum digelar KBRI Singapura, KADIN Komite Singapura dan SBF. Forum ini menghadirkan 30 CEO perusahaan terkemuka yang telah berinvestasi dan dalam proses mengembangkan investasinya ke Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pertemuan bilateral tingkat Menteri untuk kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura yang dipimpin Darmin Nasution dan Menteri Perdagangan dan Perusahaan Singapura Chan Chun Sing.

Baca Juga :  Dedi Hariyadi Driver Gojek Menangkan Mobil Mini Cooper Seharga Rp 12.000 dari Bukalapak, Hadiah Diserahkan Senin

Darmin menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, meningkatkan investasi, dan terus memperbaiki ease of doing business, meningkatkan daya saing Indonesia, termasuk mempermudah perizinan melalui On-Line Single Submission.

“Meskipun keadaan perekonomian global sedang mengalami ketidakpastian, namun Indonesia justru mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Human Development Index (HDI), dan menurunkan angka kemiskinan dan lain-lain,” kata Darmin.

Darmin mengatakan untuk meningkatkan investasi asing, skema tax holiday yang lebih mudah difasilitasi melalui OSS juga diberikan kepada industri perintis di Indonesia. Pengembangan Special Economic Zones juga sebagai upaya untuk menarik investasi ke Indonesia.

Darmin mengatakan berbagai ketidakpastian dunia seperti ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, kenaikan suku bunga bank sentral AS, dan kenaikan harga minyak, memberikan tantangan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian dunia serta memberikan dampak bagi perekonomian negara, seperti Indonesia.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Soloraya Diperkirakan Naik Tahun 2018 Ini

“Pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi yang akan diprioritaskan mulai tahun 2019,” kata Darmin.

Darmin juga membahas status proyek strategis nasional dan penundaan yang dilakukan untuk mengurangi tekanan kepada mata uang rupiah.

Adapun pembahasan dengan beberapa investor terpilih menghasilkan kesepakatan bahwa berbagai langkah kebijakan Pemerintah Indonesia disambut baik oleh para investor besar yang berjangka panjang.

Para investor menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia baik dari segi perekonomian fiskal, maupun moneter memperkuat komitmen mereka untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

Baca Juga :  After 11 Jadi Taq Bukalapak Saat Harbolnas, Ini Promo-promo yang Ditawarkan

Berbeda dengan Darmin Nasution, sebelumnya mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution mengatakan fundamental ekonomi di Indonesia masih sangat lemah. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dianggap belum mampu menahan gejolak dari luar.

www.tempo.co


Loading...