loading...
Pengawas TK/SD Kecamatan Karangmalang, Sugino saat memberikan klarifikasi di SDN Puro, Sabtu (8/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sehari setelah diinterogasi, AL (11), siswa kelas V SDN Puro Karangmalang yang dilaporkan mencabuli semua teman perempuan di kelasnya, dilaporkan tak masuk sekolah, Sabtu (8/9/2018). Sementara pihak dinas memastikan kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan orangtua siswi yang menjadi korban sudah tidak akan mempermasalahkan.

“Kebetulan hari ini tadi, anaknya pamit karena ada saudaranya di Ngawi yang punya hajat. Tapi kami pastikan sudah tidak ada masalah. Semua sudah diselesaikan,” papar Pengawas TK/SD Korwil Karangmalang, Sugino, saat menyampaikan klarifikasi kepada media dan pihak terkait di SDN Puro, Sabtu (8/9/2018).

Klarifikasi dilakukan sesaat setelah pihak sekolah mengumpulkan semua orangtua siswa kelas V untuk membahas masalah tindakan menjurus pelecehan seksual yang dilakukan AL. Menurut Sugino dari pengakuan orangtua siswi saat ditanya, yang mengaku anaknya diisengi oleh pelaku, hanya lima orang.

Baca Juga :  Sragen Raih Predikat Kepatuhan Tinggi Atas Pelayanan Publik dari Ombudsman RI 

“Semua orangtua tadi sudah membuat surat pernuataan tidak akan mempermasalahkan lagi. Karena ini sifatnya hanya kenakalan anak. Mereka tidak tahu dampak ke depannya. Namanya anak-anak, kadang iseng begitu. Yang penting ke depan mari bersama-sama kita didik bersama anak-anak kita. Karena anak tetap punya hak untuk mendapat pengajaran,” tutur Sugino.

Meski siswa pelaku tak masuk, ia juga memastikan bocah itu sudah ditemui bersama orangtuanya. Saat diinterogasi, bocah itu mengaku hanya iseng dan sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Sugino juga berharap cerita kelam di SDN Puro itu tidak berlarut-larut. Karena sebentar lagi sekolah akan menggelar ujian tengah semester sehingga jangan sampai anak-anak terganggu persiapannya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sragen Usut Kasus Dugaan Penjualan Lapangan SMPN 2 Sidoharjo. Terjunkan Tim, Panggil Kepala Sekolah 

“Tadi pagi saya langsung masuk ke kelas V. Saya tanya, anak-anal bahagia nggak hari ini. Semua njawab bahagia Pak, sudah nggak ada masalah. Makanya jangan sampai ini berlarut, jangan sampai mereka jadi trauma,” tegas Sugino.

Klarifikasi dilakukan dengan mengundang Dinas Sosial, Dinas PPKBP3A dan dari Kemensos. Kabid PPA, Dinas PPKBP3A Sragen, Siti Suharmi mengapresiasi langkah sigap pihak sekolah dan dinas menyelesaikan masalah tersebut.

Ia juga mengimbau agar kasus di SDN Puro itu menjadi perhatian kepada bapak ibu guru untuk memperhatikan siswa di kelas. Selain itu, orangtua juga harus lebih perhatian dan mengawasi anak-anaknya.

“Semakin canggihnya teknologi sekaranh memang benar-benar mempengaruhi anak. Makanya orangtua harus lebih peduli. Mungkin awalnya dari jawil, tapi kalau enggak diberi pembinaan lama-lama bisa lebih dari itu. Ini jadi pembelajaran kita bersama untuk lebih peduli, lebih mengawasi anak-anak kita. Karena mereka adalah aset masa depan kita,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Gempar Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Musala SPBU Masaran Sragen. Diduga Tewas Mendadak, Terdeteksi Asal Solo 

 


Loading...