loading...


Triawati

SOLO– Panitia jalan sehat warga Solo untuk Indonesia Berdaulat bersikukuh menggelar kegiatan tersebut pada Minggu (9/9/2018) mendatang. Meskipun tidak mendapatkan rekomendasi dari pihak keamanan, Polresta Surakarta, namun panitia tetap perpegang pada pendiriannya dengan target peserta  sekitar seribu orang.

Ketua Panitia jalan sehat, Dadyo Hasto Kuncoro mengakui tidak adanya rekomendasi dari Polresta Surakarta terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun demikian, pihaknya akan berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama acara jalan sehat berlangsung.

“Kami berkomitmen, panitia jalan sehat akan membantu menjaga keamanan dan ketertiban. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, berarti itu dilakukan oleh pihak yang selama ini menolak kegiatan. Panitia juga sudah membuat peraturan yang wajib ditaati oleh peserta jalan sehat. Seperti peserta tidak boleh menggunakan atribut parpol dan atribut kampanye Capres, Cawapres maupun Caleg. Tidak boleh membawa senjata tajam dan juga barang berbahaya. Peserta wajib untuk menghormati sesama pengguna jalan, wajib menjaga ketertiban dan keamanan serta dilarang merusak fasilitas umum,” urainya kepada wartawan, Kamis (6/9/2018).

Baca Juga :  FSRD ISI Solo Gelar Pameran Karya Mahasiswa Hingga ke Jatim

Panitia jalan sehat juga menegaskan bahwa selama ini panitia tidak pernah mengajukan izin, namun hanya sebatas pemberitahuan saja kepada Polresta Surakarta.

“Kami tidak mengajukan izin hanya sebatas pemberitahuan. Dari pihak kepolisian juga tidak mengeluarkan larangan atas kegiatan tersebut, hanya tidak memberikan rekomendasi saja,” tukas Panitia, Endro Sudarsono.

Rencananya, jalan sehat akan dimulai pukul 06.00 WIB dengan pusat di sepanjang jalan depan Masjid Kottabarat. Direncanakan acara tersebut akan dihadiri oleh Neno Warisman dan Ahmad Dhani yang akan memberikan orasi dan tausiah.

Baca Juga :  KSPH Solo Raih Best Performance Budget Achievement 2018

Sebelumnya, Polresta Surakarta tidak mengeluarkan izin kegiatan jalan sehat karena alasan keamanan. Selain itu juga karena timbul banyaknya penolakan dari kalangan warga masyarakat di Solo terkait kegiatan itu.

“Karena pertimbangan keamanan kita tidak menerbitkan izin kegiatan itu (jalan sehat),” kata Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai.

Merujuk pada UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, sambung Andy, penyampaian pendapat di muka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada pihak kepolisian.

Sebab, peserta yang ikut dalam kegiatan itu jumlahnya ada ribuan orang. Sehingga potensi kerawanan tehadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sangat tinggi.

“Dari panitia kegiatan izinnya pemberitahuan sehingga tidak bisa. Di PP No 60 Tahun 2017 tentang Keramaian Umum, Kegiatan Kegiatan Masyarakat Lainnnya, dan Pemberitahuan Kegiatan Politik harus ada izin kepolisian. Karena kegiatan yang bisa menimbulkan gangguan baik lalin, keamanan, potensi konflik itu harua ada ada izin dari kepolisian,” tukas Andy. Triawati PP

Loading...