JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

48 Formasi CPNS Sragen 2018 Masih Kosong Pendaftar. Ada Apa? 

Sarwaka. Foto/Wardoyo

IMG20170112140648 crop 489x489
Sarwaka. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Puluhan formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 Kabupaten Sragen hingga H-7 jelang penutupan pendaftaran tidak ada peminat.

Catatan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen hingga Senin (08/10/2018) pukul 08.00 WIB, 48 formasi masih kosong.

Kepala BKPP Sragen, Sarwaka mengatakan, 48 formasi yang kosong pelamar tersebut meliputi tenaga kesehatan dan juga pendidikan. Di antaranya 19 dokter spesialis untuk RSUD Gemolong dan Soehadi Prijonegoro.

“Ada 9 dokter ahli pratama untuk kedua RSUDdan juga sejumlah  Puskesmas, seperti UPTD Puskesmas Sumberlawang, Tanon 1, Sambirejo, Jenar dan Gondang,” beber Sarwaka, Senin (08/10/2018).

Baca Juga :  2 Imam Meninggal Beruntun, Masjid di Sragen Ini Terpaksa Dilockdown 2 Kali. Baru Akan Dibuka 11 Mei Mendatang

Selanjutnya empat tenaga kesehatan kategori umum untuk sejumlah UPTD Puskesmas dengan jenis job desk sanitarian terampil. Serta satu tenaga kesehatan untuk honorer. Selain itu ada 11 guru kelas di Sejumlah Sekolah Dasar yang letaknya di pelosok desa.

“Guru kelas di SDN Gilirejo IV Kecamatan Miri, SDN Gabugan II, Tanon, Maupun SDN Hadiluweh II Sumberlawang, dan SDN Glonggong I Gondang. Ini juga sama sekali belum ada peminat,” katanya.

Sarwaka juga menyebut empat formasi khusus disabilitas, di antaranya dua orang arsip terampil, satu pengelola kepegawaian dan dokter ahli pratama juga masih kosong. Formasi untuk warga kebutuhan khusus ini dengan kategori cacat ringan.

Baca Juga :  Innalillahi, Perangkat Desa asal Mondokan Sragen Tewas Kecelakaan Maut Gasak Truk Tronton. Rencana Mau Jenguk Anaknya, Kondisi Korban Sangat Memilukan

“Khusus untuk cacat tangan atau kaki, yang bisa bekerja aktivitas seperti kita,” ujarnya.

Ditanya permasalahan minimnya pendaftar CPNS, Sarwaka menduga, selain sulitnya mengakses laman-laman pendaftaran BKN, calon peserta juga saling menunggu (wait and see) waktu akhir pendaftaran.

“Kalau jauhnya tempat bekerja, karena di desa itu tidak masalah. Karena semua dapat dijangkau dengan akses yang mudah, infrastruktur sudah bisa dijangkau dengan kendaraan,” pungkasnya. Wardoyo