loading...
Loading...
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat memimpin gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10/2018). Foto:. Istimewa.

SEMARANG— Tiga oknum asal Solo mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi dihimpun, dua oknum suporter menjadi pelaku pengrusakan sebuah toko swalayan  Alfamart di kawasan Jalan Raya Mangkang kulon. Kedua pelaku pengrusakan yakni GR (16) warga Pajang, Laweyan, Surakarta dan AD (18) warga Pajang, Laweyan, Surakarta ditangkap di rumahnya. Keduanya telah melakukan pelemparan botol dan batu ke mini market tersebut, hingga kaca depan pecah. Sedangkan satu pelaku lain, yakni Mohamad Sodiq (38) warga Gandekan Kiwo, Jayengan, Serengan, Surakarta ditangkap telah melakukan penganiayaan terhadap Yusuf Febriansah (15) warga Kemantren Wonosari, Ngalian, Semarang. Akibat penganiayaan ini korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso, mengungkapkan, petugas meringkus ketiga pelaku di Solo.  Penangkapan pelaku berdasarkan sejumlah barang bukti termasuk rekaman kamera cctv yang ada di mini market tersebut.

“Kronologinya, ketiga pelaku melakukan aksinya saat perjalanan seusai menyaksikan pertandingan sepak bola di Batang. Pada saat tiba di lokasi kejadian, mereka melakukan pengrusakan dan penganiayaan,” kata Abiyoso, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (8/10/2018).

Baca Juga :  Geger Teror Pembakaran Pria Bertopi Misterius di Sumberjo. Dua Warga Sedang Nongkrong Mendadak Disiram BBM dan Dibakar 

Lebih lanjut, Abiyoso menyampaikan, pihaknya terus melakukan pengembangan penyidikan dari keterangan pelaku dan saksi, serta barang bukti hasil rekaman kamera cctv. Pihaknya juga menyatakan jika tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain yang terlibat melakukan aksi tersebut.

Ia juga menghimbau untuk suporter dan pengurus dapat mengendalikan diri. Seandainya para pengurus tidak bisa mengendalikan suporternya lebih baik tidak usah mengirimkan. “Kami juga menghimbau kepada koordinator suporter sepak bola mana pun, bila ada pertandingan di luar kota, namun tidak bisa menjamin keamanan, alangkah baiknya tidak usah mengirim suporter. Karena kejadian ini bisa juga menciderai suportifitas,” imbuh Abiyoso.

Pada bagian lain, pelaku (AS) mengatakan  bahwa beserta rekanya saat itu hendak pulang usai menonton dengan menumpang bus yang disewanya. Saat sampai di TKP ada beberapa warga yang berkerumun dan melempari dengan batu. Ia mengaku langsung turun dan membalas lemparan. Namun, kebetulan ada Alfamart. Akibatnya, Alamart mengalami kerugian berupa 6 blok kaca yang pecah.

Baca Juga :  Kecewa Cinta Diputus, Pemuda di Cilacap Nekat Sebar Foto-Foto Syur Mantan Pacar ke Media Sosial. Pelaku Langsung Diciduk Polisi 

‘Kami spontan turun dan membalas melempar, kebetulan disana ada Alfamart dan saya jadikan sasaran lemparan,” ujar AS.

Sedangkan pelaku Sodiq mengaku saat kejadian, itu adalah emosi sesaat, lantaran dari sepulangnya menonton sepak bola, bus yang ditumpangi bersama suporter lainnya mendapat provokasi berupa lemparan.

“Bus kami dilempari sejak masih ada di Weleri, mengakibatkan semuanya sudah emosi,” terangnya.  Satria Utama

Loading...