loading...
Loading...
Kapolres AKBP Henik Maryanto saat memimpin konferensi pers penangkapan PNS pengedar uang palsu Selasa (16/10/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Sat Reskrim Polres Karanganyar mengisyaratkan mulai melakukan penyelidikan terhadap kerugian Rp 360  juta yang dialami oleh PT Aneka Usaha, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Karanganyar.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Purbo Adjar Waskito, usai gelar perkara uang palsu, Selasa (16/10/2018).

“Kita mulai melakukan penyelidikan, dan meminta agar dilakukan audit oleh tim independen untuk mengetahui jumlah kerugian sesungguhnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Hujan Badai Porak Porandakan PKL Taman Pancasila Karanganyar. Sejumlah Pohon Besar Bertumbangan Menutup Jalan, 2 Kecamatan Paling Parah  

Data yang dihimpun, kerugian PT Aneka usaha itu diperkirakan mencapai Rp 360 Juta. Kerugian muncul di keuangan kinerja tahun 2017 lalu.

Pada awal tahun 2018, Badan Pengawas (Bawas)  melakukan audit. Berdasarkan hasil audit tersebut, ditemukan penggunaan anggaran sebesar Rp 400 juta tanpa pembukuan yang jelas.

Setelah direktur lama mengundurkan diri dan posisi direktur utama dijabat sementara oleh kepala  Badan Keuangan Daerah (BKD) Sumarno. Wardoyo

Baca Juga :  Ribuan Butir Pil Koplo, Sabu dan Kosmetik Ilegal Diblender di Kejaksaan Karanganyar. Kejari Sebut Agar Tidak Disalahgunakan! 

 

Loading...