JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Awas, Ini 4 Jenis Komentar Pedas di Medsos Yang Bisa Menyeret ke Pidana. Maksimal 4 Tahun Penjara 

pexels.com
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
pexels.com

JAKARTA- Media sosial saat ini benar-benar ibarat candu yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan komunikasi. Anda bisa saja candu memberi kepo tentang informasi, atau candu memberikan komentar.

Namun perlu diwaspadai, UU ITE saat ini sangat ketat menjadi jaring yang siap menjerat setiap pelanggaran di media sosial.

Tentu ada sisi baiknya, para pengguna media sosial pastinya akan sangat melek informasi dengan apapun yang sedang tren.

Sayangnya, media sosial juga bisa memberikan dampak negatif bagi para warganet. Apalagi jika kehidupan pribadi Anda sudah menjadi sorotan publik. Tidak heran ada beberapa orang yang akhirnya memilih agar akun media sosial mereka dikunci sehingga tidak sembarang orang melihatnya.

Namun bagaimana nasib para tokoh yang sudah dikenal banyak masyarakat? Lihat saja bagaimana foto Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto yang kebanjiran komentar yang baik dan pedas saat kasus anggota keluarga mereka, Ratna Sarumpaet dibahas media.

Baca Juga :  Remaja 19 Tahun Tewas dengan Sejumlah Luka Bacokan

Beberapa netizen tanpa rasa bersalah pun memberikan komentar jahat di foto-foto lucu anak mereka di Instagram.

Jika Anda salah satu netizen yang suka mengetik kata-kata atau komentar kasar, sebaiknya Anda segera berhenti mulai sekarang.

Klinik Hukum Online mengungkapkan bahwa ternyata ada beberapa jenis komentar yang bisa saja membuat pelakunya terjerat hukum pidana.

Berikut 4 diantara komentar pedas yang bisa menjerat netizen masuk penjara dan terjarat UU ITE.

1. Komentar Berisi Ancaman

Komentar yang bersifat mengancam dan meresahkan netizen bisa dilaporkan ke polisi. Komentar seperti itu disebut melanggar Pasal 29 UU ITE (Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik). Pengguna media sosial yang memberikan komentar bersifat mengancam dapat dikenai hukuman maksimal 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta sesuai Pasal 45B.

2. Menyebar Hoaks

Selain komentar berisi ancaman, komentar yang bertujuan untuk menyebar hoaks atau berita palsu juga dapat dikenai hukuman pidana. Hal itu telah tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 1945 Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan Pasal 15.

Baca Juga :  Ditanya Rincian Penangkapan Djoko Tjandra, Ini Jawaban Kepolisian Diraja Malaysia

3. Komentar Suku Agama Ras dan Antar Golongan alias SARA

Komentar yang mengandung SARA dan ujaran kebencian terhadap suatu kelompok bisa dilaporkan ke polisi serta mendapatkan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Hal itu dikarenakan mereka yang meninggalkan komentar menyangkut SARA disebut melanggar UU ITE Pasal 28 ayat (2).

4. Komentar Body Shaming

Menghina fisik seseorang di media sosial ternyata juga bisa berujung di pidana lho. Mereka yang merasa dihinda secara fisik dapat melaporkannya ke polisi karena melanggar UU ITE serta perubahannya Pasal 45 ayat (3) dan pasal 27 ayat (3). Hukumannya pun tidak sembarangan yaitu penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp 750 juta.

www.tempo.co