loading...
Loading...
Anggur merah yang diduga berformalin. Foto/Tempo.co

JAMBI- Masyarakat kembali diimbau untuk lebih waspada terhadap produk berbahan pengawet berbahaya. Kali ini, muncul kabar tak sedap terkait beredarnya buah anggur berformalin meski akhirnya hasilnya negatif.

Hasil uji laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi terkait dengan kabar dugaan anggur yang mengandung formalin ternyata negatif.

“Hasil pengujian laboratorium negatif, artinya tidak ada kandungan formalin dalam anggur tersebut,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi melalui rilis Humas Pemprov, Jum’at.

Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan, Yuhelza Liza mengatakan bahwa residu pestisida anggur merah tersebut dalam ambang batas yang didatangkan dari Medan, Provinsi Sumatera Utara, diimpor dari Cina, importirnya legal.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Bom Bunuh Diri Medan, Densus 88 Tangkap 23 Terduga Teroris

“Anggur merah tersebut merupakan anggur berbiji. Kalau biasanya dijual dengan kisaran harga Rp 50.000 s.d Rp.55.000 per Kg, namun baru-baru ini dijual di Kota Jambi dengan harga Rp.40.000 per Kg,” terangnya.

Adanya selisih harga bisa disebabkan kemungkinan tingginya produktivitas dan rendahnya biaya produksi, serta adanya panen raya di negara asal anggur tersebut. Selanjutnya lokasi penjualan anggur umumnya dijual di pinggir-pinggir jalan.

Baca Juga :  Menkeu Sri Mulyani Minta Pemda Batasi Perjalanan Dinas, Jangan Sering Wira-wiri

“Dampak penjualan anggur tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap penjualan yang berada di supermarket atau swalayan, seperti di Jamtos, Ramayana dan lain-lain, karena harganya lebih murah,”jelasnya.

Sekretaris Ketahanan Pangan Arsyad Nur menambahkan bahwa sebelumnya sampel anggur dikirim ke laboratorium BPOM Jambi pada Selasa, 9 Oktober 2018, dan hasil pengujiannya keluar pada Kamis, 11 Oktober 2018 (sore).

“Ada 3 sampel anggur merah yang diuji, dari lokasi yang berbeda, berdasarkan hasil uji laboratorium BPOM Jambi, tidak ada kandungan formalin dalam anggur,” pungkasnya.

www.teras.id

Loading...