loading...
Loading...
Facebook

TEGAL– Pada 1 Desember 2018 PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana akan meluncurkan KA Komuter  Jateng-DIY.

KA tersebut akan melayani perjalanan dengan rute melingkar (loop) yang menghubungkan Jateng dan DIY.

Rutenya yakni Purwokerto-Jogja–Solo–Semarang–Purwokerto dan sebaliknya, baik searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum jam.

Rencana pengoperasian KA Komuter yang ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat tersebut menimbulkan perbincangan ramai termasuk di media sosial. Kebanyakan warganet merespon positif kereta api yang wacananya dinamakan kereta Joglosemarkerto.

Bahkan saking ramainya, ada yang membagikan daftar tarif KA Joglosemarkerto. Daftar tarif itu lengkap dengan stasiun pemberangkatan serta stasiun tujuan dan harga serta harga saat promo.

Pihak PT KAI mengkonfirmasi bahwa daftar tarif yang tersebar itu dipastikan tidak valid.

“Di daftar itu masih ada yang salah,” kata Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, Rabu (27/11/2018).

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru, Mobil Toyota Hiace Senggol Spion Pemotor Vario Hingga Babak Bundas. Dua Kendaraan Rusak Parah 

Ia menerangkan, di daftar yang tersebar di media sosial itu masih ada tarif yang menyatakan kereta api gerbong kelas ekonomi lebih mahal ketimbang eksekutif.

Misalnya, relasi Jogja-Purwokerto dengan kelas eksekutif Rp 60 ribu sedangkan kelas ekonomi Rp 105 ribu.

Tertulis juga relasi Jogja-Tegal (lewat Semarang Tawang) seharga Rp 100 ribu untuk eksekutif dan ekonomi lebih mahal yakni Rp 170 ribu.

“Di daftar masih ada kelas ekonomi lebih mahal dari eksekutif,” tandasnya.

Supriyanto mengatakan saat ini, teknis kereta Joglosemarkerto masih di bahas di kantor pusat PT KAI.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar menunggu penjelasan resmi soal tarif, dan hal teknis lain soal KA Joglosemarkerto.

“Kami akan segera menginformasikannya soal itu,” ucapnya.

Seperti diketahui, kereta api ini difungsikan untuk melebur tiga layanan kereta api yang telah ada sebelumnya. Yakni Kamandaka (Purwokerto-Semarang), Kalijaga (Semarang-Solo), dan Joglokerto (Purwokerto-Jogja-Solo).

Baca Juga :  Geger Penemuan Mayat Pria Misterius Tergeletak Membusuk di Pertambakan Wonokerto. Begini Ciri-Cirinya! 

Kereta ini ada demi penyederhanaan pelayanan sekaligus meningkatkan okupansi rute Jogja- Semarang tanpa perlu transit dan berganti kereta di Stasiun Purwokerto.

Banyak di antara mereka harus transit dulu di stasiun-stasiun besar di lingkar Jawa Tengah.

Kerugian yang ada adalah, penumpang dapat saja terlambat naik kereta api lanjutannya dan harus menunggu lama agar bisa mendapat tiket lagi untuk kereta api lanjutannya.

www.tribunnews.com

Loading...