loading...
Loading...
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simamjuntak, calon presiden Prabowo Subianto, dan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengenakan rompi jins kostum baru mereka di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. tempo.co/Istimewa

JAKARTA – Memanasnya ujaran Tampang Boyolali membuat barisan depan pemenangan Prabowo subianto angkat bicara. Koordinator juru bicara tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo – Sandiaga), Dahnil Anzar Simanjuntak, menuding pendukung Joko Widodo (Jokowi) mempolitisasi ucapan Prabowo soal tampang Boyolali.

Dia mengatakan pihak yang melaporkan Prabowo ke polisi karena ucapan tampang Boyolali itu adalah pendukung Jokowi.

“Yang melapor itu ‘kan pendukungnya Pak Jokowi ya ‘kan, pengacaranya itu bawa orang mengatasnamakan Boyolali,” kata Dahnil di Jakarta, Sabtu, (3/11/ 2018).

Dahnil merasa yakin bahwa pendukung Jokowi-lah yang melaporkan Prabowo melihat latar belakang kuasa hukum yang mendampinginya, yakni Muannas Alaidid. Muannas adalah calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia. PSI masuk koalisi pendukung Jokowi dalam pemilihan presiden 2019.

Baca Juga :  Airlangga Kumpulkan Para Senior dan DPD Partai Golkar

Selain itu, menurut Dahnil, keterlibatan pendukung Jokowi dalam aduan ke polisi terlihat dari pihak yang paling aktif berkicau di media sosial menggoreng isu ini.

“Di sosmed anda bisa lihat siapa yang terus menerus memproduksi kata seolah Pak Prabowo menebar kebencian,” kata dia.

Sebelumnya, warga asal Boyolali, Dakun, melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya terkait potongan video pidatonya soal masuk hotel dan ‘tampang Boyolali’. Prabowo menyampaikan pidato itu saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa, 30 Oktober 2018.

Dalam acara itu, hadir sejumlah purnawirawan TNI dan ibu-ibu relawan pendukung Prabowo-Sandiaga. Dalam video utuh yang beredar, Prabowo awalnya bicara soal rendahnya kesejahteraan masyarakat.

Dia berguyon tampang Boyolali yang belum pernah masuk hotel mahal.

Baca Juga :  Terkait Penyeragaman Materi Pengajian, Ini Sikap Majelis Taklim

Muannas membantah tudingan Dahnil Anzar. Dia mengatakan tudingan Dahnil hanya upaya untuk membela diri. Dia mengatakan laporan polisi yang dibuat murni atas inisiatif pribadi, bukan karena dirinya maupun orang yang dia dampingi adalah pendukung Jokowi.

“Jejak saya melaporkan ujaran kebencian itu berdasarkan Cyber Indonesia, enggak ada PSI,” kata dia.

www.tempo.co

Loading...