JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Cara Mewujudkan Swasembada Pangan di Wonogiri

Anggota Koramil Manyaran membantu menanam kedelai.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Anggota Koramil Manyaran membantu menanam kedelai.

WONOGIRI–Babinsa di wilayah Wonogiri tak henti-hentinya terus melakukan upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan bersama petani melalui kegiatan Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale).

Salah satu upaya tersebut yaitu dengan membantu petani dalam mengolah lahan agar dapat ditanami kedelai pasca musim kemarau.

Sebagai perwujudannya Babinsa Desa Gunungan Koramil 11/Manyaran Koptu Kabib bersama tiga rekannya melaksanakan pendampingan terhadap Kelompok Tani Sumber Mulyo. Mereka turut membantu menanam di lahan seluas 1 hektare di Desa Gunungan Kecamayan Manyaran, Kamis (15/11/2018).

Baca Juga :  Kabar Duka dari Pracimantoro, Pasien Positif Corona Asal Kecamatan Pracimantoro Wonogiri Meninggal Dunia

Upaya Babinsa TNI dari Koramil 11/Manyaran disambut baik warga setempat. Mengingat masa tanam sudah mulai, sehingga kendala atau kesulitan petani dalam pengolahan lahan dapat diatasi dan program swasembada pangan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, bertempat di tempat terpisah Danramil Kapten Arm Agus Setyono menyatakan bahwa kegiatan ini senantiasa dilakukan guna percepatan mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka mendukung swasembada pangan. Lebih lanjut, dikatakannya, bahwa pengolahan lahan yang dilakukan Babinsa ini merupakan salah satu bentuk pendampingan kepada Kelompok Tani Sumber Mulyo yang merupakan desa binaannya.

Baca Juga :  Wonogiri Tetap Belum Bakal Terapkan Pendidikan Tatap Muka Seperti Ini Alasannya

Sementara itu menurut Kepala Kelompok Tani Sumber Mulyo Tukino mengatakan, saat ini sudah masuk pada musim tanam. Sehingga kami harus memulai untuk mencapai target yang telah ditentukan.

“Dengan adanya bantuan dan pendampingan oleh Babinsa, akan mempercepat capaian target pada musim tanam kedelai di wilayah Kecamatan Manyaran,” terang dia. Aris Arianto