loading...
Loading...
AKBP Arif Budiman dan AKBP Yimmy Kurniawan. Foto Kolase/Wardoyo

SRAGEN- Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus telepon mengatasnamakan Kapolres dalam masa transisi menanti pergantian Kapolres baru. Pihaknya khawatir masa transisi ini dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab untuk berbuat negatif mencatut nama Kapolres.

Penegasan itu disampaikan Kapolres, Jumat (2/11/2018). Ia menyampaikan informasi terakhir, rencana Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres diundur 21 November 2018 mendatang.

Sebelumnya, Sertijab dijadwalkan 31 Oktober namun kemudian mundur sekitar tiga pekan. Untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan selama masa transisi, Kapolres meminta masyarakat berhati-hati apabila mendapat telepon mengatasnamakan Kapolres.

Baca Juga :  Warga Jenar Sragen Ungkap Harga Sewa Tanah Kas Desa Menyusut Rp 5 Juta di Kuitansi! 

“Sampai sekarang memang belum ada laporan. Tapi kami antisipasi, jangan sampai masa transisi ini dimanfaatkan oknum atau pihak tak bertanggungjawab mengatasnamakan Kapolres,” paparnya di ruang kerjanya.

Kapolres berharap jika ada yang ditelepon atau didatangi orang mengaku utusan atau menyangkut Kapolres, masyarakat tak serta merta percaya. Sebaliknya, masyarakat bisa langsung cek dan ricek atau klarifikasi ke Polsek atau langsung ke dirinya.

Baca Juga :  Polemik PTSL Kembali Muncul di Sragen. Warga Katelan Tangen Tuding Biaya Rp 700.000 Tak Transparan, Panitia Klaim Peserta Sangat Puas Sampai Syukuran! 

Imbauan itu dilontarkan mengingat masa transisi atau kepindahan pejabat, biasanya rentan dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab.

“Kalau kenal saya, bisa langsung klarifikasi ke saya. Atau langsung lapor ke Polsek terdekat maupun Polres. Intinya jangan mudah percaya apabila ada telepon mengaku Kapolres atau utusan,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...