loading...
Loading...
Tangkapan layar status imbauan matikan HP di Pesawat yang ditulis akun Yolanda dan mendadak viral. Foto/Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS- Tragedi  kecelakaan tragis yang menimpa pesawat terbang Lion JT-610 rute Jakarta- Pangkalpinang di perairan Karawang Senin (29/10/2018) kembali memantik keprihatinan masyarakat. Publik kembali dibuat miris dan menguak insiden kecelakaan pesawat yang berulangkali terjadi di negeri ini.

Pertanyaannya kenapa terlalu sering maskapai di negeri ini mengalami kecelakaan. Sebut saja Adam Air, Airasia hingga Lion Air pernah mengisi lembaran buruk kecelakaan transportasi udara di Indonesia.

Rasa prihatin hingga ketakutan akan keselamatan transportasi udara pun menghantui benak masyarakat. Lantas apa yang bisa kita perbuat untuk menekan kecelakaan.

Sebagai penumpang, tentu saja menaati aturan dalam pesawat mutlak diperlukan. Antara lain menghindari membawa barang yang berbahaya hingga paling penting mematikan alat komunikasi alias HP.

Nah, yang terakhir ini kadang masih banyak diabaikan. Coba simak ketika anda berpesawat, kadang masih sering kita jumpai penumpang yang asyik menyalakan HP di dalam pesawat meski sudah terbang.

Ketaatan mematikan HP inilah yang belakangan kembali dilontarkan. Salah satunya imbauan yang disampaikan akun bernama Yolandha Pratiwie yang mendadak viral di media sosial

Imbauan yang mendapat apresiasi dari ribuan netizen itu antara lain berbunyi.

“–Rakyat  Indonesia High-Class, Tapi …..

Saya teringat Terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyaka rta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Lalu hari ini pesawat Lion air Jt610  tersebar foto dan video saat pesawat dalam keadaan buruk..dan pesawat jatuh menelan korban banyak.

Ada cerita…

Seseirang penumpang terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Penumpang tsb bertanya pada orang jerman tsb. kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya ketulungan. Ada yang tidak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap tidak peduli.. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru “take-off” dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang Belem memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-ganggua n yang terjadi di pesawat: Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusn ya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis / pertamina)

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar”.

 

Baca Juga :  Kecewa Besaran UMK, Buruh di Sragen Mengaku Terima dengan Terpaksa. Berharap Angka Ketetapan Gubernur Bisa Naik Lagi! 

Imbauan yang ditulis oleh Yolanda tanggal 29 Oktober 2018 malam di akun FB Yolanda itu kini dishare lebih dari 4000 orang dan dijempol hampir setara.

Rata-rata mengomentari positif unggahan Yolanda tersebut. Salah satunya akun Mamake SG, yang menulis komentar “Terimakasih pengetahuannya sangat bermanfaat”.

Soal kelalaian mematikan HP di pesawat itu dibenarkan oleh salah satu warga, Andy Kurniawan.

Baca Juga :  Warga Sekitar Gunung Lemongan, Lumajang Heboh oleh Ledakan dan Gempa

Warga Palur, Karanganyar yang sering naik pesawat itu mengatakan dirinya masih sering melihat penumpang pesawat yang menyalakan HP. Sekalipun mungkin sudah dimode pesawat, ia hanya khawatir jika mereka lalai mematikan jaringan atau memindahnya ke mode pesawat.

Baca Juga :  Bupati Sragen Tak Larang PNS Bercadar dan Celana Cingkrang. "Tapi Saya Akan Tegur Habis-Habisan Kalau Ada PNS Pakai Rok dengan Belahan Segini!" 

“Kadang orang kan nggak tahu, ndelalah mungkin lupa mematikan jaringan atau memindah ke mode pesawat. Itu yang kita khawatirkan. Makanya dengan banyaknya kejadian kecelakaan pesawat, akan lebih bijak jika kita matikan HP di pesawat. Meski hanya nonton atau mendengarkan musik, kalau lalai kan bisa fatal. Jangan sampai karena keteledoran satu orang, mengorbankan seisi pesawat,” ujarnya Jumat (2/11/2018). Wardoyo

 

Loading...