loading...
Loading...
tempo.co

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai rencana aksi bela tauhid atau aksi 211 di kawasan Monas, Jakarta, hari ini, Jumat, (2/11/2018) tak perlu tak perlu dilakukan lagi

“Apakah perlu lagi? Memang kita harapkan ya sayang sekali, berpanas-panasan untuk melakukan suatu tuntutan yang sudah dilakukan,” ujar Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor.

Wiranto mempertanyakan tuntutan para peserta aksi bela tauhid hari ini. Sebab, kata dia, semua tuntutan mereka sebelumnya telah dipenuhi, misalnya permintaan maaf dari pelaku dan penyidikan oleh kepolisian. Bahkan, kata Wiranto, organisasi induknya yaitu Banser sudah menyesalkan kejadian pembakaran bendera tauhid.

“Sehingga ini semangat tabayun sudah ada, semangat untuk mencari kebenaran sudah jalan. Semangat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, kan sudah jalan,” katanya

Baca Juga :  Mendagri: Nyalon Bupati Rp 30 M, Gaji 5 Tahun Rp 13 M, Siapa Mau Tekor?

Walau begitu, Wiranto tidak melarang aksi demonstrasi tersebut. Ia juga mengatakan akan menemui perwakilan peserta aksi untuk mengetahui tuntutan mereka. Namun, ia mengingatkan agar aksi dilakukan dengan elegan, tidak membuat orang ketakutan, dan tidam mengganggu hak-hak masyarakat.

“Enggak bisa mengganggu lalu lintas, memacetkan lalu lintas, membuat orang enggak bisa beraktivitas, membuat orang takut. Enggak boleh,” kata dia.

Sejumlah kelompok massa yang diinisiasi Presidium Alumni 212 dan Gerakan Pengawal Fatwa Ulama kembali menggelar demonstrasi bertajuk Aksi Bela Tauhid Jilid 2. Aksi ini disebut sebagai lanjutan dari aksi yang telah digelar pada Jumat pekan lalu, 26 Oktober 2018. Aksi kali ini akan digelar di depan Istana Negara.

Baca Juga :  Mubes ke- VIII MKGR Diwarnai Aksi Protes. Ditolak Masuk, Sejumlah Pengurus DPD dan DPC Tuding Mubes Tidak Sah dan Langgar AD/ART! 

Saat ini para peserta Aksi 211 ini tengah berjalan menuju Istana Negara dari Masjid Istiqlal. Massa sudah berdatangan ke Istiqlal sejak pagi hari tadi.

Menurut seorang petugas kepolisian suasana di Masjid Istiqlal sudah ramai sejak pukul 09.00 tadi.

Salah seorang peserta aksi bela tauhid, Aman Sulaiman, mengatakan meskipun saat ini Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah menetapkan tersangka pembakaran bendera, tetapi kasusnya masih belum selesai. Menurutnya massa menghendaki kasus ini dipercepat. “Ya memang sudah ada tersangka tapi, kan belum selesai,” ujar Aman, yang tergabung dalam organisasi masyarakat Bang Japar, Jakarta Timur.

www.tempo.co

Loading...