Marak OTT Pungli di Catpil, Kadinas Dukcatpil Sragen Ingatkan Semua Petugas Jaga Komitmen. Ibunya Pun Tetap Diminta Ikuti Prosedur 

-

Haryatno Wahyu L Wiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Terungkapnya pungutan liar (pungli) pengurusan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcatpil) di Bekasi dan Jember dalam beberapa hari terakhir, membuat Dispendukcatpil Sragen kembali berevaluasi. Kadispendukcatpil Sragen, Haryatno Wahyu L Wiyanto menegaskan semua petugas untuk tetap menjaga komitmen tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dan melakukan pelayanan secara baik tanpa embel-embel apapun.

“Sejak awal, kami sudah selalu menekankan kepada semua petugas untuk jaga komitmen. Nanti kita akan pertegas lagi dengan membuat tulisan-tulisan ditempel seperti demi kenyamanan kami, mohon tidak memberi dalam bentuk apapun ke petugas. Ini sebuah komitmen yang sejak awal terus kita jaga,” paparnya kepada wartawan Rabu (21/11/2018).

Baca Juga :  UNS Jalin Kerjasama dengan PT Ndayu Park Bitec

Wahyu menguraikan kasus OTT pungli pengurusan adminduk di Bekasi dan Jember itu memang menjadi perhatian dan pembelajaran bersama. Ia juga menegaskan bahwa tindakan pungli itu jelas akan berdampak buruk meruntuhkan citra pelayanan Catpil.

Baca Juga :  UNS Jalin Kerjasama dengan PT Ndayu Park Bitec

Menurutnya, sejauh ini untuk Dispendukcatpil belum pernah ada komplain atau keluhan soal pungutan pelayanan oleh petugas.

Hal itu tak lepas dari komitmen yang terus ia tekankan kepada semua pegawai dan petugas selama ini.

Baca Juga :  Bupati Sragen Mengaku Selalu Was-Was Jika Terima Stopmap Bertanda Silang 3 dari Inspektorat. Apa Isinya? 

“Kita terus evaluasi teman-teman apakah ada yang masih begitu dan ternyata dari awal tahun 2013 saya masuk sampai sekarang nggak ada. Kita juga pantau terus, jangan sampai pelayanan yang sudlsah payah kita bangun seperti ini tercoreng oleh ulah satu dua oknum yang mungut. Karena, kasus di Jember dan Bekasi itu, dampaknya akan sangat luas. Meski hanya ulah satu dua oknum itu nanti predikat pungli itu akan sangat sulit dilepaskan. Dan biasanya sulit juga untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat kalau sudah begitu,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Padati Rekonstruksi Tabrak Lari Yang Tewaskan Bripka Kurniawan di Sidodadi Masaran. Tim Polda Jateng Ikut Turun Tangan

Tak hanya sekadar omongan, Wahyu pernah mencontohkan ketika ibu mertuanya hendak umrah dan mengurus kelengkapan KTP. Karena ada berkas yang kurang, ia pun meminta berkas dilengkapi dulu dan tetap harus ikuti prosedur seperti masyarakat lainnya.

Baca Juga :  Satu Sekdes di Sragen Dipenjara Karena Nyalo KTP, Dispendukcapil Imbau Para Calo Segera Tobat. Selain Ancaman Pidana, Ini Kerugian Jika  Mengurus Lewat Calo! 

“Bukan apa-apa, saya hanya ingin mendidik ke semua petugas kami bahwa kalau semua prosedural pasti akan enak. Kemudian saya selalu tekankan kalau mau dihargai orang lain, kita  harus komitmen memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat. Tanpa embel-embel. Jangan ada diskriminasi, tidak perlu membayar,” tukasnya. Wardoyo

 

 

 

 

 

- Advertisment -

Must Read

Ogah Dibawa Berobat, Pria di Krandegan Nekat Gorok Leher Sendiri Hingga...

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Kebumen digemparkan dengan adanya peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh seorang warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring. HW (31) nekat menghabisi nyawa...