loading...
Loading...

Tag- ,

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berpose di hadapan awak media saat mendaftarkan dirinya sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden di Gedung KPU, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018. Dari hasil keputusan bersama tiga partai yakni, PKS, PAN dan Gerindra menunjuk Sandiaga Uno sebagai Cawapres mendampingi Prabowo. Ttempo.co

JAKARTA -Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo  Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo – Sandiaga), Ferry Juliantono, menyatakan menboikot sementara Metro TV. Ia berharap stasiun televisi swasta Metro TV lebih obyektif dan tidak partisan dalam pemberitaan yang menyangkut pemilihan presiden 2019.

Ferry menuturkan keinginan inilah yang menjadi salah satu alasan Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga memboikot Metro TV.

“Sikap ini kami niatkan supaya Metro TV lebih bisa obyektif dan jangan jadi terlalu partisan gitu,” kata Ferry, Senin, 5 November 2018.

Ferry pun menyinggung soal kepemilikan Metro TV oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang merupakan pendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di pilpres 2019.

Baca Juga :  Kubu Bamsoet Khawatir Airlangga Bakal Jadi Ketua Seumur Hidup

Kendati pemilik Metro TVmerupakan politikus, kata Ferry, timnya berharap televisi berita itu obyektif jika pemberitaan yang diangkat menyangkut kubu Prabowo – Sandiaga.

Ferry berujar keputusan memboikot Metro TV sudah dibahas melalui rapat Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga. Dia membeberkan ada sejumlah alasan yang mendasari pemboikotan tersebut.

Menurut Ferry, tim Metro TV kerap membuat tema yang menyudutkan Prabowo-Sandiaga. Ferry juga mengeluh ihwal diabaikannya usulan badan pemenangan menyangkut figur narasumber yang perlu diundang Metro TV.

Alasan berikutnya, kata Ferry, presenter Metro TV kerap memotong jika perwakilan timnya sedang menyampaikan pernyataan. Kata Ferry, presenter justru berlaku sebaliknya terhadap perwakilan tim pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Baca Juga :  Jokowi Mengaku 'Bosan' dengan Basuki Hadimuljono dan Budi Karya, Ini Ceritanya

“Sering kali pihak host membiarkan perwakilan paslon nomor 01 berbicara panjang, tapi ketika juru bicara yang mewakili paslon nomor 02 selalu dipotong,” kata dia.

Namun Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun mempertanyakan tayangan-tayangan yang dipermasalahkan Badan Pemenangan Prabowo – Sandiaga. Dia berujar sejak perencanaan hingga penayangan, program-program di Metro TVmenghadirkan narasumber yang berimbang dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga.

Don Bosco mempersilakan tim Prabowo membuka kembali tayangan- tayangan talkshow  politik Metro TV, seperti Opini Dua Sisi (OPSI), Election Talk, dan Partai Bicara. Dia mengklaim program-program itu sudah menghadirkan narasumber dari kedua kubu yang berkontestasi di pilpres 2019.

“Pertanyaannya, mana yang tidak fair?”.

www.tempo.co

Loading...