Titiek Soeharto Klaim Negara Tak Bisa Sita Gedung Granadi, Ini Sebabnya

-

tempo.co

JAKARTA– Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto berkilah, pemerintah tak bisa sembarangan menyita Gedung Granadi.

Alasannya, gedung tersebut merupakan milik beberapa pihak, bukan hanya Yayasan Supersemar.

“Granadi itu yang punya berapa orang, berapa institusi, bukan Supersemar aja. Kalau mau disita silakan disita sahamnya Supersemar, jangan gedungnya,” kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga :  Sopir Bus Sinar Jaya Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Terancam Maksimal 6 Tahun

Kabar penyitaan Gedung Granadi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadi berita yang hangat diperbincangkan belakangan ini.

Penyitaan itu terkait dengan vonis Mahkamah Agung terhadap Yayasan Supersemar atas kasus penyelewenangan dana beasiswa pada berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai serta dipinjamkan kepada pihak ketiga.

Baca Juga :  Setelah dengan NasDem, PKS Bakal Ketemu Tommy Soeharto
Baca Juga :  MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Sampaikan Salam Lintas Agama Saat Acara Resmi, Begini Penjelasannya

Menurut Titiek pemerintah hanya bisa menyita saham Supersemar terkait kepemilikan Granadi. Penyitaan gedung secara fisik, kata dia, justru tidak tepat dilakukan.

“Pemilik lainnya bisa menuntut pemerintah lho,” kata putri mantan Presiden Soeharto ini.

Titiek mengklaim isu penyitaan Gedung Granadi selalu mencuat setiap kali dia vokal mengkritik pemerintah. Padahal, kata Titiek, penyitaan gedung tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Baca Juga :  MUI Jatim Imbau Pejabat Tak Sampaikan Salam Lintas Agama Saat Acara Resmi, Begini Penjelasannya

Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur mengatakan Gedung Granadi sudah disita sejak November 2016.

“Setiap kali saya bicara vokal ke pemerintah, selalu ada yang angkat mengenai penyitaan Granadi,” kata  Titiek Soeharto.

Baca Juga :  Sopir Bus Sinar Jaya Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Terancam Maksimal 6 Tahun

www.tempo.co

- Advertisment -

Must Read

Ogah Dibawa Berobat, Pria di Krandegan Nekat Gorok Leher Sendiri Hingga...

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Kebumen digemparkan dengan adanya peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh seorang warga Desa Krandegan, Kecamatan Puring. HW (31) nekat menghabisi nyawa...