JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

3 Tahun Kondisi Memprihatinkan, Rumah Nenek Miskin di Genengduwur Gemolong Direhab Hamba Allah dan Kepedulian Berbagai Pihak 

Warga dan sejumlah elemen TNI/Polri saat memugar rumah tak layak huni milik Mbah Wiwik, di Genengduwur, Gemolong, Senin (24/12/2018). Foto/Istimewa
Warga dan sejumlah elemen TNI/Polri saat memugar rumah tak layak huni milik Mbah Wiwik, di Genengduwur, Gemolong, Senin (24/12/2018). Foto/Istimewa

SRAGEN- Sejumlah elemen mulai dari TNI, Polri, Pemdes dan masyarakat Desa Genengduwur, Gemolong memugar rumah tak layak huni milik Mbah Wiwik, nenek miskin di desa setempat, Senin (24/12/2018).

Rumah nenek renta yang berada di bawah rumpun bambu itu direhab dengan dana bantuan kepedulian dari hamba Allah dan berbagai pihak.

Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan dari Polsek menerjunkan Bhabinkamtibmas untuk membantu proses pemugaran rumah Mbah Wiwik.

“Saya tidak hadir, tapi personel Bhabinkamtibas kami yang ikut membantu kegiatan bedah rumah tersebut,” papar Kapolsek Kamis (27/12/2018).

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

Mbah Wiwik (75) sudah tiga tahun tinggal di rumah dalam kondisi yang reyot di bawah rumpun bambu. Kondisi itu kemudian menggerakkan Pemdes dan hamba Allah bersama Kapolsek melakukan kunjungan dan memiliki gagasan untuk melakukan bedah rumah Mbah Wiwik.

Kades Genengduwur, Sri Lestari dalam keterangannya menyampaikan Mbah Wiwik tinggal berhadapan dengan rumah anaknya, Suyanto. Suyanto tidak berkebutuhan khusus dan baru beberapa waktu lalu rumahnya juga mendapat pemugaran rumah dari biaya provinsi sebesar Rp 10 juta.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada hamba Allah, Polsek dan Koramil serta semua pihak yang membantu pelaksanaan bedah rumah tersebut.

Baca Juga :  Parah, Sepasang ABG Tertangkap Mesum dan Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Dilakukan di Siang Bolong, Netizen Geregetan Sebut Urat Malu Sudah Putus

Di sisi lain, salah satu tokoh setempat, Tri Martini, juga hadir dalam kegiatan itu. Tri hadir dan turut menunjukkan kepedulian dengan membantu Rp 500.000 untuk pelaksanaan bedah rumah Mbah Wiwik.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf terkait kabar yang sebelumnya berkembang dan memunculkan kesalahpahaman. Menurutnya sedikit pun tak ada niatannya untuk menonjolkan bantuan yang ia sampaikan.

Pelaksanaan bedah rumah sendiri berlangsung dalam semangat kegotongroyongan. Warga dan berbagai elemen dari TNI/Polri bersama-sama melakukan kegiatan bedah rumah tersebut menjadi lebih layak. Wardoyo