JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Jogja Menuju Kota Ramah Disabilitas, Ini Sejumlah PR yang Harus Selesaikan

Tempo.co

JOGJA – Ternyata masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) bagi Kota Yogyakarta untuk menuju kota yang aksesibel atau ramah disabilitas. Target realisasinya memang masih enam tahun ke depan, yakni 2024.

Survei aksesibilitasi yang dilakukan  di Malioboro dan Balai Kota Yogyakarta pada 12 September 2018 lalu menghasilkan beberapa rekomendasi.

Survei dilakukan oleh Perhimpunan Organisasi Harapan Nasional (Ohana Indonesia) dan Organisasi Penyandang Disabilitas Yogyakarta yang  didukung Departemen Arsitektur ITS Surabaya.

Nuning Suryatiningsih dari organisasi penyandang disabilitas Yogyakarta CIQAL (Center for Impoving Qualified Activity in Live of People with Disabilities) mengatakan, ada empat tantangan untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang aksesibel berdasarkan suvei tadi.

Baca Juga :  Bantu UMKM, Pemkot Yogya Tetapkan Jalur Sepeda Wisata

Pertama, komunikasi dan koordinasi pemerintah kota dan kabupaten Yogyakarta untuk mengimplementasikan aksesibilitas penggunaan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas.

“Komunikasi dan koordinasi berjalan baik apabila didukung dengan pengetahuan hak dan kewajiban bagi masing-masing sektor yang berkepentingan,” kata Nuning.

Kedua, sosialisasi kepada petugas pelayan publik dan komunitas terkait akses bagi penyandang disabilitas.

Ketiga, kurangnya edukasi bagi petugas pelayan publik dan teman-teman komunitas secara umum terkait aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di kawasan publik, termasuk Malioboro.

Keempat, kurangnya pelibatan berbagai pihak dalam keberlanjutan program untuk mewujudkan Yogyakarta aksesibel termasuk di Malioboro dan Balai Kota Yogyakarta.

Baca Juga :  Pilkada 2020 Berdampak Pada Penambahan Kasus Positif Covid-19

Terkait dengan hal itu, Jumat malam (21/12/2018), Gubernur DIY Sri  Sultan Hamengku Buwono X meresmikan jalur pedestrian kawasan Malioboro sisi barat dan Boulevard Kotabaru di Yogyakarta.

Kedua area terbuka untuk publik itu dilengkapi fasilitas yang diharapkan aksesibel untuk difabel.

Di sepanjang pedestrian terdapat jalur kuning dengan pola timbul sebagai panduan difabel netra serta ramp atau bidang miring untuk akses kursi roda.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan fasilitas itu merupakan bagian dari upaya bertahap dan membutuhkan proses panjang untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai Kota Aksesibel.

“Harapan kami Yogyakarta jadi Kota Inklusif sehingga bisa diakses semua warga,” ucap Haryadi. #tempo.co