loading...
Loading...
PPL Juwiring, Babinsa Koramil 21/Juwing dan petani melakukan gropyokan tikus Jumat (14/12/2018). Dok. Pendim 0723/Klaten

KLATEN— Tikus merupakan salah satu hama yang cukup meresahkan dan mengganggu bahkan bisa merugikan petani. Untuk mengantisipasi serangan tikus pada saat musim tanam ini,  di Juwiring, Klaten diadakan pembasmian alias Gropyokan tikus.  Gropyokan tikus ini dilakukan secara gotong royong oleh PPL Juwiring, Babinsa Koramil 21/Juwing dan petani Jumat (14/12/2018).

Dalam rilisnya kepada Joglosemarnews.com Danramil Danramil 21/Juwiring Kapten Inf Joko mengatakan bahwa memasuki masa tanam padi, petani harus mewaspadai terhadap serangan tikus sawah.

“Pada masa tanam ini para petani harus mewaspadai serangan hama tikus sawah, khususnya di wilayah Desa Juwiring Kecamatan Juwiring,” tutur Danramil 21/Juwiring Kapten Inf Joko.

Baca Juga :  Cegah Konflik Pasca Pilkades, Brimob Polda Perketat Pengamanan di Klaten 

Ketua PPL Juwiring mengungkapkan kegiatan ini berguna untuk mengantisipasi kerusakan yang ditimbulkan tikus sawah ini, pihaknya bekerjasama dengan Babinsa Koramil 21/Juwing dan PPL sekitar 30 orang petani, yaitu dengan melakukan gropyok tikus. “Diharapkan, apa yang kami lakukan ini dapat mengurangi hama tikus sawah dan juga menjadikan areal sawah padi ini mampu menghasilkan panen padi yang maksimal” imbuh Ketua PPL Kecamatan Juwiring

Senada diungkapkan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu Wahyono mengatakan bahwa kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan. Hal ini merupakan wujud pendampingan TNI kepada para petani dalam menciptakan Ketahanan Pangan.

Baca Juga :  Terduga Teroris Perempuan Asal Klaten Meninggal di Jakarta. Keluarga Takut Jenasah Ditolak Warga 

“Meski menggunakan peralatan seadanya, kami bersama PPL dan para petani padi dapat memaksimalkan hasil tangkapan hama tikus ini. Dengan kerjasama dan komunikasi yang intens ini, semoga dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi di wilayah Kecamatan Juwiring,” tutur Sertu Wahyono

Sementara itu Narto (47) petani yang ikut gropyokan ini mengatakan bahwa upaya perang terhadap hama tikus sawah ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan hasil panen kami.

“Dengan adanya pendampingan dari TNI, dan petugas PPL secara berkelanjutan kami optimis akan mendapatkan hasil panen terbaik tahun ini. Sebagai buktinya dalam gropyok sawah bersama ini kami berhasil menangkap Puluhan tikus dengan peralatan seadanya,” pungkasnya.  Pendim 0723/Klaten/Marwantoro S

Baca Juga :  Terduga Teroris Perempuan Asal Klaten Meninggal di Jakarta. Keluarga Takut Jenasah Ditolak Warga 

Loading...