JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Awas, Konsumsi Enthung Jati Juga Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan. Simak Penjelasan Dokter Berikut!

(Kiri) Penampakan enthung atau kepompong ulat yang dapat diolah menjadi masakan. (kanan) Warga Tuban mengumpulkan enthung di kawasan hutan jati. Foto: tribunnews
(Kiri) Penampakan enthung atau kepompong ulat yang dapat diolah menjadi masakan. (kanan) Warga Tuban mengumpulkan enthung di kawasan hutan jati. Foto: tribunnews

TUBAN – Meski memiliki kadar protein yang tinggi, nyatanya ulat kepompong atau yang disebut enthung juga membuat yang memakannya bisa terkena gatal-gatal.

Gatal-gatal bisa menyerang mereka yang alergi terhadap protein terlalu tinggi yang terkandung di tubuh binatang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Endah Nurul K mengatakan, tiap-tiap orang memiliki ketahanan tubuh yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Banyak Muncul Klaster Keluarga, Epidemiolog UI Sebut Isolasi Mandiri Tak Mampu Putus Rantai Penularan Covid-19

Sehingga, saat memakan enthung bisa saja terkena alergi, karena kepompong ulat tersebut memiliki protein tinggi.

“Pengaruhnya terhadap ketahanan tubuh, jika tidak kuat makan bisa alergi atau gatal-gatal, karena proteinnya tinggi,” Ujar Endah, Selasa (11/12/2018).

Dia menjelaskan,  alergi tak hanya didapat pada hewan enthung, beberapa hewan lain seperti udang dan kerang juga bisa menyebabkan alergi, karena memiliki protein tinggi.

Baca Juga :  DPP PDIP Bakal Hukum Kader yang Langgar Protokol Kesehatan

Meski demikian, Endah menyatakan enthung bukan hewan beracun. Hanya saja bisa menyebabkan gatal-gatal, karena pengaruhnya pada daya tahan tubuh.

“Ya protein tinggi memang berpengaruh pada ketahanan tubuh, kalau tidak tahan bisa alergi,” Terangnya.

www.tribunnews.com