JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Berbekal Tusuk Gigi dan Melihat Gerakan Jari, Komplotan Ini Bisa Kuras ATM Korban Hingga Puluhan Juta

Ilustrasi/tribunnews

BREBES – Polisi terpaksa meletuskan timah panas saat berupaya membekuk tiga orang pelaku pembobolan ATM di Brebes, Kamis (13/12/2018).

Demikianlah ketika Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Brebes berhasil membongkar jaringan pembobol mesin ATM yang memiliki area operasi lintas provinsi itu.

Kaki dua pelaku ditembak karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas.

Ketiga pelaku yang dicokok adalah Darmawan (40) warga Koja Jakarta Utara, Ahmadi (39) warga Bekri Lampung Tengah, dan Hermansyah (41) warga Cikarang Barat Bekasi.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa komplotan ini telah beraksi di beberapa daerah di Indonesia. Total ada 50 TKP di beberapa provinsi. Untuk di Brebes ada 5 sampai 6 TKP,” kata Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono melalui Wakapolres Kompol M Faisal Perdana, Kamis (13/12/2018).

Ketiganya ditangkap pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di satu hotel di Cibitung, Kecamatan Cikarang, Bekasi.

Dirinya menjelaskan, komplotan tersebut berhasil membawa lari uang ratusan juta dari sejumlah TKP di Brebes.

TKP di Brebes antara lain di ATM dekat RS Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, berhasil menggasak uang Rp 80 juta.

Kemudian ATM di minimarket Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Rp 20 juta, ATM minimarket di Alun Alun Brebes Rp 40 juta, ATM minimarket Brebes kota hasil Rp 10 juta, ATM minimarket Brebes Kota Rp 5 juta, dan ATM minimarket Pejagan Tanjung Rp 20 juta.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Pimpin Operasi Yustisi Penegakkan Protokol Kesehatan

“Mereka juga beroperasi di luar Jawa seperti di Lampung dan Makasar,” jelas wakapolres.

Selain di Brebes, pelaku yang disebut merupakan sindikat pembobol ATM itu juga menggasak uang di Pekalongan (1 TKP), Banyumas (3 TKP), Pemalang (1 TKP), Bekasi/Bekasi Kota (10 TKP).

Kemudian, Cilacap (1 TKP), Cirebon Kota (2 TKP), Lampung (1 TKP), Makasar (1 TKP),
Batang (1 TKP), Pekalongan Kota (1 TKP), Semarang (2 TKP).

Kompol Faisal menjelaskan modus operandi yang dipakai para pelaku yakni mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi.

“Pelaku sudah mengganjal mulut lubang kartu di mesin ATM terlebih dahulu supaya  masyarakat yang akan bertransaksi tidak bisa. Alhasil, kartu ATM nasabah yang hendak melakukan transaksi tersangkut,” bebernya.

Setelah itu, lanjutnya, seorang pelaku yang berada di sekitar mesin ATM masuk dan berpura-pura memberikan pertolongan.
Sementara pelaku lainnya bertugas mengintai di sekitar lokasi.

Pelaku kemudian meminta PIN ATM kepada korban yang kebingungan karena ATM tertelan.

“Pelaku meminta korban untuk memasukkan PIN ATM. Saat itu, pelaku mengamatinya,” ucapnya.

Baca Juga :  Jatingaleh, Kali Pancur dan Sejarah Perjalanan Sunan Kalijaga

Ada satu pelaku yang bisa menganalisa nomor PIN ATM hanya dengan melihat gerakan jari.

Setelah memasukkan PIN, pelaku mengatakan bahwa kartu ATM milik korban sudah keluar.
Padahal, kartu ATM itu milik pelaku yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu.

Setelah korban keluar dari mesin ATM untuk mencari anjungan lainnya dengan membawa kartu ATM yang sudah ditukar, pelaku mulai beraksi dengan menggergaji mulut mesin agar kartu ATM bisa keluar.

Kemudian, pelaku secara leluasa menguras uang korban dengan mentransfer semua uang milik korban ke nomor rekening milik pelaku.

Selain menangkap 3 tersangka. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain 42 keping kartu ATM, 2 kemasan tusuk gigi, 1 wadah lem.

Satu unit mobil Toyota Avanza A-1309-PG yang dijadikan sarana untuk melakukan aksi kejahatan juga turut diamankan.

“Atas perbuatannya mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara,” Wakapolres menambahkan.

Seorang pelaku, Darmawan, mengaku sudah banyak mesin ATM yang telah dibobol.

“Lupa berapa jumlahnya. Banyak,” ujarnya.

Sekali membobol ATM, kata dia, bisa menguras uang korban dari paling sedikit Rp 1 juta hingga puluhan juta. #tribunnews