JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Hadiri Perayaan Natal, Bupati Karanganyar: Jangan Ada Perasaan Takut! 

Bupati Karanganyar Juliyatmono. Foto/Wardoyo
Bupati Juliyatmono saat memberikan sambutan di perayaan Natal bersama. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak seluruh umat Kristiani agar tetap menjaga kerukunan, baik intenal umat Kristiani maupun  antar umat beragama. Hal itu dilontarkan bupati dalam perayaan Natal bersama antara  TNI, Polri, ASN dan masyarakat umum yang berlangsung di Gedung Wanita, Jumat (28/12/2018) malam.

“ Awali dengan bersyukur. Saya bersama wakil bupati, menyampaikan rasa bangga dan bahagia bisa hadir untuk merayakan Natal  tahun 2018. Sebelum perayaan Natal, saat perayaan Natal, dan sampai saat ini, akan terus kita pantau, agar seluruh gereja aman. Kami jaga dengan sepenuh hati,” kata bupati.

Baca Juga :  Pak RT Buran Yang Positif Covid-19 Diketahui Bekerja di Pabrik Kebakkramat. Keluarga Sempat Minta Hasil Swab, Tapi Ditolak Pihak Rumah Sakit

Bupati juga memastikan, perayaan Natal di Karanganyar aman dan kondusif dan meminta agar ummat Kristiani tidak memiliki rasa khawatir ketika menjalankan ibadahnya.

“ Kami disumpah untuk menjaga kerukunan, merawat dan menjaga Pancasila dan Kebhinnnekaan ini. Inilah keunggulan bangas Indonesia. Kami  akan terus sosialisakan kerukunan antar kita semua,  Agar terciptan kerukunan yang sejati, sunggguh-sungguh, rukun sesama warga bangsa. Kita punya hak yang sama. Jangan ada perasaan ketakutan,” ujar bupati.

Ditambahkan bupati, saat ini, banyak kelompok tertentu, untuk menggeser agar ideologi kita bukan Pancasila. Hal ini, menurut bupati, harus dilawan dengan cara-cara yang positif dengan terus menggelorakan semangat kerukunan dan persatuan.

Baca Juga :  Gudang Kayu di Tasikmadu Terbakar, Diduga Konsleting dari Pompa Air

“Terus gelorakan semangat kerukunan, persatauan dan  Kebhinnekaan Pancasila.  Kami minta bantuan kepada saudara untuk  terus menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan dan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tunjukkan rasa cinta dan kasih untuk bantu selesaikan masalah. Kita semua adalah saudara sebangsa  dan setanah air,” tandas bupati. Wardoyo