JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Tiga Kerusakan Utama Mobil yang Terkena Bencana Tsunami

Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA – Bencana tsunami bisa menerjang apa saja, mulai dari rumah dan seisinya termasuk mobil. Apa saja kerusakan yang biasa terjadi akibat hempasan tsunami dan bagaimana perawatanya? Apalagi, tsunami adalah air laut  memudahkan terjadinya korosi.

Menurut Kepala Mekanik Gn Auto Service, Suherlan, rendan air laut biasanya mengakibatkan beberapa kerusakan pada mobil. Kerusakan kelistrikan, interior dan mesin.

Untuk kelistrikan, menurut Suherlan, harus dilakukan penggantian Electric Control Unit (ECU) karena segala sensor elektronik ini ketika terendam air, apalagi air laut yang memiliki sifat korosif karena ada unsur garam pasti akan mati total.

ECU pada mobil adalah sistem pengontrol yang terdapat pada mobil berisi rangkaian elektronika dan software yang bertugas membaca sensor-sensor pada mesin kemudian memerintahkan aktuator untuk bekerja. Berbagai kontrol mesin dan keamanan mobil biasanya ada di dalam ECU atau Engine Control Module (ECM) ini.

Baca Juga :  Bawaslu: 40 Balon Kepala Daerah Positif Covid-19, Tapi Nekat ke KPU

“Dari interior juga harus di bongkar semua seperti jok diganti, air conditioner (AC) juga pasti mati. Belum lagi mesin yang harus dikuras total dan dilakukan turun mesin, kerusakan part biasanya ring seher dan plat kopling yang menempel sehingga tidak berfungsi karena karat terkena air laut,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagian eksterior juga bisa rusak parah apabila terseret arus karena menabrak benda apa saja. Berbeda ketika mobil hanya terendam, tentunya bagian eksterior tidak mengalami masalah.

Baca Juga :  Ketua KPU Positif Covid-19: Kantor KPU Bakal Disterilisasi, Para Pegawai Bekerja dari Rumah hingga Selasa

Menurut Suherlan, mobil yang terendam air laut masih bisa di perbaiki tergantung kerusakannya. Namun untuk bagian kaki-kaki, kata Suherlan, tidak perlu diganti karena bagian ini sudah biasa terkena air.

Biaya memperbaiki mobil yang terendam air laut atau tsunami, menurut Suherlan tergantung dari kerusakan, tapi ia memperkirakan dibanderol sekitar Rp 50 juta. “Tidak senilai harga mobil baru jika ingin diperbaiki, tapi tetap melihat separah apa kerusakannya,” katanya. #tempo.co