JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kisah Haru Perjalanan Karier Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Terobsesi Sekolah Gratis Karena Kondisi Ekonomi, Tugas Pertama di Papua

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat menerima kunjungan Siswa SMA TN. Foto/Humas Polda
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat menerima kunjungan Siswa SMA TN. Foto/Humas Polda

SEMARANG- Momen saat menerima kunjunhan enam siswa-siswi SMA Taruna Nusantara, juga menjadi ajang curhat soal perjalanan karier Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono.

Di hadapan enam siswa masing-masing; Evan Rizky Wirawan, Tan Maria Putri Aryani, Eleonora Elna Inamorata, Benedicta Chrestella Haryono, Mohammad Fathan Islamika dan Natasya Mustikarani Zahro, pada Rabu (19/12/2018), Kapolda sempat bercerita, berbagi kisah masa kecilnya.

Dia sembilan bersaudara, anak nomor 6. Ayahnya bekerja di Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar, sementara ibu sebagai ibu rumah tangga. Untuk bisa bersekolah ke jenjang lebih tinggi, Irjen Pol Condro Kirono melihat kemampuan ekonomi keluarganya. Itulah yang mendorongnya untuk bersekolah akademi, karena gratis.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 di Blora Bertambah 2, Jumlah Total 370 Kasus

Awalnya sempat mencoba sekolah kedokteran atau keperawatan di Surabaya. Di tengah niatnya itu, dia melihat adanya pendaftaran AKABRI (saat itu masih digabung pendidikan TNI – Polri) di Kodim setempat. Condro mendaftar dan diterima, masuk tahun 1980 dan lulus tahun 1984.

Setelah lulus karirnya terus menanjak hingga sampai saat ini dipercaya menjadi Kapolda Jawa Tengah sejak bulan April tahun 2016. Dia menjalani suka duka tugasnya, seperti saat pertama kali ditugaskan di Papua (dulu Irian Jaya).

“Salah satunya keterbatasan listrik yang hanya menyala dari jam 6 sore sampai 10 malam,” ungkap Kapolda seperti dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Wali Kota Salatiga Yuliyanto Dorong Kampung Wisata Candi 2020 Jadi Destinasi Unggulan

Walau demikian, Irjen Pol Condro Kirono menegaskan tugas-tugas tetap harus ditunaikan dengan profesional. Tak kalah penting, kepercayaan masyarakat adalah yang utama. Semua anggota Polri harus bisa merebut dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, salah satu perwakilan pewawancara yakni Evan Rizky Wirawan yang tercatat sebagai siswa SMA Taruna Nusantara Kelas X-3, mengatakan wawancara ini salah satunya dimaksudkan untuk mencari inspiring leadership untuk disusun jadi antologi wawancara agar menjadi pelajaran berharga di masa depan. Wardoyo