JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Mulai Januari 2019 BAN PT Gunakan Instrumen Baru Dalam Akreditasi Perguruan Tinggi

Dok IAI Komisariat Surakarta

SOLO –  Mulai 1 Januari 2019  BAN PT akan menerapkan instrument baru dalam penilaian akreditasi perguruan tinggi.

Hal itu diungkapkan oleh anggota Dewan Eksekutif BAN PT, Sugiyono, Ph. D dalam workshop Sosialisasi Instrument Akreditasi Program Studi 4.0 (IAPS 4.0) di Lor in Hotel Jumat  (30/11/2018) dan Sabtu  (1/12/2018).

Instrumen baru tersebut, jelas Sugiyono,
menggunakan sembilan  kriteria yaitu visi, misi, tujuan dan strategi. Selain itu juga tata pamong, tata kelola, dan prasarana; mahasiswa; SDM; keuangan dan sarpras; pendidikan; penelitian; pengabdian kepada masyarakat.

Workshop digelar oleh  Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)  Komisariat Surakarta. Tiga orang  narasumber dihadirkan, yakni  Prof. Dr.  Djoko Suhardjanto, asesor BAN PT yang juga dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNS, Dr. Sekar Mayangsari, asesor BAN PT yang juga dosen FEB Universitas Tri Sakti Jakarta dan Anggota Dewan Eksekutif BAN PT, Sugiyono, Ph. D.

Baca Juga :  Partai Gelora Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020, Anis Matta: Dinamika di Daerah

Lebih lanjut, Sugiyono, menyampaikan keunggulan IAPS 4.0 di antaranya dalam melakukan penilaian akreditasi tidak hanya menekankan aspek input, proses dan output semata, namun juga melihat pada outcomenya.

Perbedaan lain,  yang bertanggung jawab menyusun borang akreditasi  bukan lagi program studi, tetapi unit pengelola program studi.

“Hasil penilaian akreditasi tidak berubah,  terakreditasi dan tidak terakreditasi. Namun hasil peringkat berubah, instrument lama menggunakan peringkat A, B dan C. Peringkat baru versi IAPS 4.0 adalah Baik, Baik Sekali dan Unggul,” paparnya, sebagaimana dikutip Sie Humas IAI Komisariat Surakarta, Suharno dalam rilisnya ke  Joglosemarnews.

Baca Juga :  Nahas! Hendak Berangkat Kerja, Perempuan Muda ini Tewas Terlindas Truk Kontainer di Simpang Empat Lojiwetan Solo

Pada akhir paparan, Sugiyono  berharap agar lembaga pendidikan tinggi tidak menjadikan peringkat akreditasi sebagai tujuan utama.

“Kalau hasil akreditasi dijadikan tujuan utama, maka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan. Kami berharap hasil akreditasi bisa dijadikan sarana untuk pengembangan budaya mutu di lembaga pendidikan tinggi masing-masing,” pintanya.

Ketua Panitia,  Dr. Sri Wahyu Agustiningsih,  menjelaskan tujuan IAI Komisariat Surakarta Devisi Kompartemen Pendidikan menyelenggarakan workshop agar peserta memahami dan mampu menyusun borang akreditasi perguruan tinggi dengan baik.

“Alhamdulillah workshop disambut antusias dari peserta seluruh Indonesia. Target semula hanya 70 peserta. Tercatat yang mengikuti hingga hari terakhir ini 86 peserta ” ungkapnya. #suhamdani