JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penasaran Inovasi Keset Napi Sragen Bisa Ekspor ke Australia, Pemdes Tegalrejo Tergerak Kunjungi Lapas. Langsung Beri Bantuan 5.000 Bibit Lele 

Kades Tegalrejo, Heru Setyawan didampingi jajaran perangkat desa dan lembaga desanya saat menaburkan bantuan 5.000 bibit lele ke kolam di Lapas Sragen, Senin (17/12/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kades Tegalrejo, Heru Setyawan didampingi jajaran perangkat desa dan lembaga desanya saat menaburkan bantuan 5.000 bibit lele ke kolam di Lapas Sragen, Senin (17/12/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Perubahan total yang terjadi di Lapas Kelas II A Sragen sejak dipimpin Kalapas Yosef Yembise, mendapat respon positif dari elemen masyarakat. Sejumlah inovasi untuk pemberdayaan napi yang digeber, menuai apresiasi salah satunya dari Pemdes Tegalrejo, Kecamatan Gondang.

Tak tanggung-tanggung, Kades Tegalrejo, Heru Setyawan membawa serta semua perangkat desa dan lembaga desanya menyempatkan untuk berkunjung ke Lapas Sragen, Senin (17/12/2018). Tak hanya silaturahmi, mereka juga membawa kado khusus berupa bantuan 5.000 bibit lele untuk diberdayakan di Lapas Sragen.

“Pertama untuk silaturahmi. Melihat dari dekat kondisi di dalam Lapas. Ternyata nggak mengerikan seperti yang banyak dibayangkan orang awan. Di dalam ternyata care sekali. Malah di dalam banyak pemberdayaan, ada produksi keset, tong sampah dan banyak kegiatan positif untuk pemberdayaan napi lainnya. Salut kami melihatnya,” papar Kades Heru di sela tinjauan.

Lebih lanjut, Heru menguraikan Pemdesnya memang tergerak untuk kunjungan ke Lapas lantaran terinspirasi kemajuan Lapas sejak dipimpin Kalapas Yosef Yembise. Inovasi pemberdayaan napi untuk membuat keset dan dieskpor serta produksi tong sampah, membuat jajaran perangkat dan lembaga desanya penasaran untuk melihat dari dekat.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Pejabat Dinas Pertanian Sragen Dirampok Usai Ambil Uang di Bank Mandiri. Kaca Mobil Dipecah, Uang Rp 80 Juta Amblas Digasak Pelaku

Menurutnya pemberdayaan itu sangat positif di tengah stigma masyarakat yang selama ini masih beranggapan Lapas sebagai tempat yang angker dan mengerikan.

Kunjungan pagi itu diikuti semua perangkat desanya ditambah perwakilan dari Lembaga Desa LKMD. Sebagai wujud apresiasi dan kepedulian, Pemdes pun memberikan bantuan 5.000 bibit lele untuk diberdayakan di Lapas.

“Bantuan bibit lele ini dari Pemdes. Sedikit tapi kami berharap bisa memberi kemanfaatan dan memberdayakan warga binaan di dalam,” tukasnya.

Tak lama berselang, Wakil Ketua DPRD Sragen asal Gondang, Bambang Widjo Purwanto juga datang menyusul. Ia pun angkat topi dengan kemajuan di Lapas Sragen serta kepedulian Pemdes Tegalrejo yang membantu bibit lele.

“Semoga ini menularkan energi positif untuk semuanya. Bahwa warga binaan di Lapas itu sangat butuh sentuhan pembinaan, pemberdayaan dan perhatian sehingga mereka bisa memperbaiki diri agar ketika keluar bisa bersosialisasi dan menjadi warga yang baik,” tandasnya.

Baca Juga :  Meski Bu Kades Positif, Layanan di Kantor Desa Tegaldowo Sragen Besok Bakal Kembali Dibuka. Pemkab Minta Warga Tak Resah!
Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto bersama Pemdes Tegalrejo dan Kasie di Lapas Sragen saat berpose bersama usia penyerahan bantuan bibit lele, Senin (17/12/2018). Foto/Wardoyo

Tim diterima oleh Kasie Kegiatan Kerja, Triyono, Kasie Binadik Agung Hascahyanto dan Kasie Register, Ratna Dwi Lestari. Kalapas Yosef Yembise kebetulan mendadak ada acara dinas di Kanwil Semarang.

Atas kunjungan dan bantuan dari Pemdes Tegalrejo, Triyono mewakili Kalapas menyampaikan apresiasi besar. Pihaknya juga ikut senang bahwa masih ada masyarakat yang peduli dengan warga binaan dan membantu Lapas Sragen.

Menurut rencana, bibit lele itu nantinya akan diberdayakan di dua kolam yang sudah ada di Lapas. Bantuan itu diakui sangat bermanfaat karena bisa menjadi sarana kegiatan untuk pemberdayaan warga binaan.

“Kami ucapkan banyak terimakasih. Ada Pemdes dan masyarakat yang berkunjung dan memberi bantuan bibit lele. Memang selama ini banyak yang beranggapan kalau Lapas itu angker. Tapi kan kenyataannya tidaklah demikian. Sekarang Lapas itu jadi pemasyarakatan, memberdayakan warga binaan sehingga mereka punya keterampilan dan akhlak yang baik. Begitu keluar, sudah siap bersosialisasi dan diterima masyarakat,” tandasnya.  Wardoyo