JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Penemuan Mayat di Luweng Bakalan Pracimantoro. Kasus Akhirnya Ditutup Polisi. Korban dan Tersangka Pernah Terlibat Asmara

Evakuasi mayat di dalam luweng Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Evakuasi mayat di dalam luweng Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro.

WONOGIRI-Polres Wonogiri akhirnya menutup kasus penemuan mayat di Luweng Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro. Hal ini menyusul tersangka yang telah meninggal karena gantung diri.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidyati mengungkapkan, mayat yang ditemukan merupakan korban pembunuhan. Korban bernama Novi warga Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Sedangkan tersangka pembunuh adalah Reno Risanto, warga Gunungkidul, DIY.

“Tersangka telah meninggal dunia karena gantung diri. Akhirnya kasus ini sudah kamu tutup, kami SP3-kan,” kata dia.

Baca Juga :  46 Pegawai Disdikbud Wonogiri Dites Swab Hasilnya Tak Ada yang Positif COVID-19, Kabar Baik Lur

Menurut dia, tersangka adalah pelaku tunggal. Antara korban dan tersangka pernah terlibat hubungan asmara. Yang pasti berdasarkan hasil otopsi ada retakan di bagian kepala korban. Pihaknya tidak bisa memastikan apakah luka itu karena dipukul atau luka waktu didorong ke luweng.

Seperti telah diwartakan, mayat ditemukan di kedalaman 25 meter di luweng Dusun Bakalan RT 1 RW 2, Desa Gambirmanis Kecamatan Pracimantoro, September lalu. Kali pertama ditemukan oleh Tim Peneliti Sumber Air dari UGM Yogyakarta.

Baca Juga :  Bupati Wonogiri Joko Sutopo Alias Mas Jekek Kini Tampil Brewok, Ternyata Simbol Keprihatinan dan Pengingat Adanya Pandemi

Salah satu anggota tim, Muhammad Hafis (26), mahasiswa UGM, ketika melakukan observasi di saluran luweng, melihat benda seperti sesosok mayat masih mengenakan helm. Dia kemudian memberitahukan ke rekannya, Sigit (42). Setelah mereka yakin bahwa benda itu adalah mayat, segera melaporkan penemuan itu ke Polsek Pracimantoro. Aris Arianto