loading...
Loading...
Ribuan Alumni massa aksi 212 akan menggelar Shalat Subuh berjamaah sebelum acara reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. tempo.co

KARANGANYAR- Aliansi Ummat Islam Karanganyar (AUIK) menegaskan keberangkatan ke Jakarta untuk menghadiri reuni alumni 212 yang Minggu, (02/12/2018) murni untuk bela agama. Mereka menggaransi tak perlu ada kekhawatiran kepentingan lain dalam agenda pertemuan alumni 212 se-Indonesia tersebut.

Pimpinan pondok pesantren Baitu Rahman Qur’ani Tasikmadu, Syamsudiin Ashrori, mengatakan, sebelum berangkat ke Jakarta, seluruh rombongan akan bergabung dengan Dewan Syariah Kota Surakarata (DSKS).

Baca Juga :  Krisis Air di Karanganyar Meluas, 3.474 Jiwa Mulai Bergantung Droping. MPC Pemuda Pancasila Tergerak Urunan Untuk Gelontor Droping 

Ashrori meminta kepada seluruh ummat Islam yang berangkat ke Jakarta, untuk tetap menjaga nama baik Karanganyar. Keberangkatan ke Jakarta, menurutnya  untuk membela agama dan bukan untuk tujuan lain.

“ Ini bela agama, bukan yang lain. Kami tidak kampanye apalagi mendukung salah satu pasangan calon presiden. Karena selama ini yang kita khawatir, seolah-olah keberangkatan ke Jakarta untuk mendukung salah satu calon. Kita berkumpul dengan para saudara yang berasal dari berbagai daerah. Ini yang dikatakan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisah Darto, 30 Tahun Ngojek di Wamena Kini Terpaksa Harus Pulang ke Kampung Halaman Lantaran Jiwanya Terancam dan  Situasi Mencekam 

Sementara itu, koordinator lapangan, Fadlun Ali, menegaskan kepada seluruh rombongan yang berangkat untuk tidak membawa senjata tajam, tetap satu komando dan tidak terprovokasi yang dapat merugikan semua pihak.

“ Tetap satu komando, jangan terprovokasi dan selama berada di Jakarta, jangan membawa senjata tajam. Jaga nama baik Karanganyar,” tegasnya. Wardoyo

Loading...