JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

5 Siswi SD di Jepara Keracunan Setelah Minum Es Degan Pemberian Orang Tak Dikenal

seorang siswi yang dirawat di RSUD Kartini karena keracunan. Istimewa/ Tribunnews
seorang siswi yang dirawat di RSUD Kartini karena keracunan. Istimewa/ Tribunnews

JEPARA – Lima orang siswi SD 1 Tahunan Jepara mengalami keracunan es degan, Selasa (8/1/2019).

Es degan yang diminum oleh lima siswa tersebut merupakan es degan gratis alias pemberian dari orang yang tidak dikenal

Akibat dari kejadian itu, lima siswi harus dirawat di RSUD Kartini Jepara.

Mereka yaitu Nunetta, Rahma Aulia Nazilla, Adella Azzahra, Aida Alfina, dan Ellena Dwi Anggita.

Berdasarkan keterangan seorang guru SD 1 Tahunan, Candra Ardinata, siswi yang keracunan setelah minum es degan yang dijajakan di depan sekolah.

Baca Juga :  Tergoda Tunggangan Honda Brio, Gadis Kembang Desa asal Prembun Kehilangan Kesuciannya Usai Direnggut Berulangkali oleh Pacarnya si Penjual Ayam Geprek. Sudah Batal Dinikahi, Ternyata Mobilnya Hanya Gadaian

Semula, ada orang tak dikenal turun dari mobil Toyota Fortuner memborong es degan yang dijajakan. Setelah itu es tersebut dibagikan secara cuma-cuma oleh penjual kepada siswa.

“Siswa yang terlanjur bayar, uangnya juga dikembalikan. Ada siswa yang melihat orang yang turun dari mobil itu memasukkan serbuk putih ke dalam kotak berisi es degan,” kata Candra.

30 menit setelah minum es degan, sejumlah siswa mengalami muntah, mual, dan pusing. Hingga akhirnya lima siswa dilarikan ke RSUD Kartini.

“Yang jual es degan setiap hari jualan di depan sekolah. Kami tidak tahu yang memborong itu, ada dua orang perempuan dan satu laki-laki,” katanya.

Baca Juga :  Soal Razia Masker Serentak, Ini Instruksi Kapolda Jateng Untuk Semua Polres!

Sementara Kasatresnarkoba Polres Jepara, AKP Hendro Asrianto membenarkan jika terdapat serbuk putih yang dicampurkan ke dalam es degan.

Dugaannya, serbuk yang dicampurkan itu bukan sabu. Sebab, reaksi orang yang habis konsumsi sabu bukan mual atau muntah.

“Sabu kalau dilarutkan ke air tidak berdampak. Serbuk yang dicampurkan itu bisa jadi pencuci perut. Yang jelas kami masih tunggu hasil pemeriksaan,” kata Hendro.

www.tribunnews.com