JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bawaslu Karanganyar Temukan Isi Tabloid Indonesia Barokah Rugikan Salah Satu Paslon Pilpres. Paslon Mana? 

Tumpukan bendel amplop berisi tabloid Indonesia Barokah di kantor Pos Karanganyar. Foto/Wardoyo
Tumpukan bendel amplop berisi tabloid Indonesia Barokah di kantor Pos Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Bawaslu Karanganyar mengaku menemukan indikasi adanya tendensi merugikan salah satu paslon Pilpres dari konten Tabloid Indonesia  Barokah yang sudah masuk Karanganyar. Nuning  mengakui, Bawaslu belum membaca seluruh isi tabloid yang disebut-sebut merugikan salah satu Paslon Capres itu.

“Kami belum membaca tabloid tersebut. Kami hanya membaca dari format dalam bentuk PDF yang juga beredar. Intinya, ada indikasi menjelekkan salah satu pasangan calon presiden,” papar Ketua Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti Jumat (25/1/2019),

Baca Juga :  Kabar Buruk, Anggaran Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Dipangkas 60 % Tinggal Rp 40 Miliar Saja!

Ia mengatakan Tabloid Indonesia Barokah tersebut masuk ke Karanganyar dengan dikirim melalui kantor pos.

Menurut Nuning, paketan tersebut diterima kantor pos Karanganyar pada tanggal 19 Januari 2019 lalu. Paketan tabloid tersebut, langsung  dikirim melalui kantor kepala desa sebelum dikirim ke sejumlah takmir masjid, sesuai dengan alamat penerima. Masing-masing menerima sebanyak tiga eksemplar tabloid.

” Sebagian sudah disitribusikan, yakni ke kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Colomadu. Kalau yang di Colomadu, tabloid kiriman tersebut langsung dibakar,” kata Nuning, Jumat (25/01/2019).

Baca Juga :  Sebut Hanya Tasyakuran, Warga Lalung Karanganyar Tak Terima Ajang Hiburan Live Show Organ Tunggal Dibubarkan Paksa oleh Aparat. Kasatpol PP Tegaskan Acara Keramaian di Atas 30 Orang Wajib Berizin!

Bawaslu, ujar Nuning,   bekerjasama dengan Kantor Pos untuk menahan atau menyimpan tabloid. Supaya tidak diedarkan ke alamat penerima yang umumnya kalangan takmir masjid. Saat ini, masih ada sekitar 125 eksemplar yang masih tertahan di kantor pos Karanganyar.

“ Kami masih menunggu instruksi selanjutnya dari Bawaslu provinsi maupun Bawaslu pusat. Karena kasus ini sudah ditangani Bawaslu Pusat maka kewenangan kami hanya minta agar kiriman pos ditahan atau disimpan terlebih dahulu,” jelasnya. Wardoyo