loading...
Bupati Sragen, Wabup dan jajaran pejabat teras Sragen saat beraudiensi dengan Komppas perihal kasus Kasda Rabu (9/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui sudah ada pengembalian sebesar Rp 366,5 juta dari mantan bupati Agus Fatchur Rahman ke Kasda. Uang sebesar itu juga diakui sebagai pengembalian kasbon Agus kepada mantan Sekda Kusharjono.

Hal itu disampaikan Yuni saat menjawab pertanyaan sejumlah aktivis Komunitas Peduli dan Pemerhati Sragen (Komppas) ketika beraudiensi di ruang bupati, Rabu (9/1/2019). Audiensi digelar sebagai tindaklanjut benang kusut kasus sisa korupsi Kasda sebesar Rp 604,6 juta yang oleh Kejari dijadikan salah satu dasar menetapkan Agus sebagai tersangka baru.

“Kami ingin tanya, apakah benar sudah ada pengembalian kasbon sebesar Rp 366,5  juta dari Pak Agus Fatchur Rahman ke Kasda Sragen? ” ujar Koordinator Komppas, Sunarto kepada bupati.

Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Bupati Yuni. Meski agak sejenak, ia kemudian menjawab ada.

“Ada. Ada pengembalian dari Pak Agus Fatchur Rahman sebesar Rp 366,5 juta,” paparnya.

Namun, Yuni menyampaikan pengembalian itu otomatis tak bisa mengurangi sisa ketekoran Kasda sebesar Rp 604,6 juta yang diklaim sebagai sisa uang korupsi Kasda yang belum terbayarkan. Sebab menurutnya uang pengembalian Rp 366,5 juta itu tidak terkait dengan angka Rp 604,6 juta.

Baca Juga :  Dramatis, Evakuasi Tronton LPG Patahkan Satu Mobil Crane di Sumberlawang Sragen. Kerahkan 5 Crane, Truk Sempat Terkapar 24 Jam 

“Jadi uang pengembalian Rp 366,5 juta itu tidak terkait dengan angka Rp 604,6 juta. Sehingga kewajiban majelis pertimbangan tim penyelesaian kerugian daerah (TKPD) untuk menelusuri,” timpal Sekda Tatag Prabawanto.

Mendengar jawaban itu, Sunarto mengatakan berarti benar bahwa kasbon yang dituduhkan sebagai aliran Kasda ke Agus Fatchur Rahman, sudah dikembalikan ke Kasda.

“Berarti kasbon Agus Fatchur Rahman sudah dipulangkan ke Kasda dan Pak Agus bukan maling duit Kasda. Tapi kenapa masih ditersangkakan,” ujar Sunarto lagi.

Sunarto menyampaikan jika Kasbon tidak ada kaitannya dengan ketekoran Kasda, berarti uang Kasbon Agus memang bukan berasal dari aliran Kasda. Sehingga ia memandang memang ada yang janggal ketika kasbon pribadi Agus itu kemudian dituduhkan sebagai aliran korupsi Kasda.

Pasalnya, sepengetahuannya Kajari pernah menyampaikan salah satu dasar penetapan tersangka Agus adalah adanya catatan 6 bilyet Kasbon Agus ke Kusharjono sebesar Rp 376,5 juta yang nilainya mirip dengan pengembalian kasbon Agus sebesar Rp 366,5 juta ke Kasda.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Ungkap Sudah 11 Kali Surati Kejati Jateng Hingga BPK RI Soal Rp 604,6 Juta Sisa Ketekoran Kasda. Tapi Sejak 2012-2018 Tak Pernah Ada Jawaban Jelas dan Pasti!

Sekretaris Komppas, Eko Joko P menyampaikan dari penjelasan bupati, ada uraian surat Pemkab Sragen ke BPK RI tanggal 8 Desember 2015 yang ada balasan agar sisa ketekoran Kasda Rp 604,6 juta untuk dihapus. Menurutnya, mestinya rekomendasi BPK itu ditindaklanjuti dengan menghapusnya.

Sekda Tatag Prabawanto menjawab untuk penghapusan saat itu tidak dilakukan lantaran Pemkab memandang dari permasalahan hukum Kasda sudah selesai dengan putusan inkrah dan terpidana Untung Wiyono dan Sri Wahyuni telah mengembalikan kewajiban membayar kerugian negara sebesar Rp 10,501 miliar dan Rp 110 juta.

Dengan posisi itu, Pemkab kemudian mereklas ke aset lain-lain. Terkait dengan setoran Agus Rp 366,5 juta juga disampaikan sudah masuk di kas daerah. Namun ia membenarkan Pemkab belum bisa mengaitkan pengembalian kasbon itu dengan angka Rp 604,6 juta.

Bupati Yuni kembali menyampaikan terkait perbedaan dan penyelesaian itu, Pemkab masih akan minta konsultasi ke BPK RI. Ia menambahkan setelah menjabat bupati, pihaknya setiap tahun sudah menanyakan hal yang sama ke BPK RI namun Yuni menyebut jawaban dari BPK RI tidak jelas dan tak memberi jawaban pasti apa yang harus dilakukan dengan ketekoran Kasda Rp 604,6 juta itu.

Baca Juga :  Geruduk Kejari Sragen, Komppas Kembali Desak 8 Pihak Terduga Penerima Aliran Dana Korupsi Kasda Segera Diproses. Siap Lapor ke Kejagung dan KPK 

Sementara, Wabup Sragen menimpali bahwa Pemkab selalu melayangkan surat mencari petunjuk ke BPK RI itu merupakan ikhtiar untuk menyelesaikan

soal sisa ketekoran Kasda. Soal pengembalian Kasbon Agus Fatchur Rahman, Wabup menyampaikan karena tidak pernah ada catatan di neraca Pemkab, maka Pemkab tidak mengetahui apakah uang kasbon Agus itu berasal dari uang pribadi Kusharjono atau uang dari mana.

“Itu yang tahu Pak Kus,” kata dia. Wardoyo.

 


Loading...