loading...
Loading...
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA  – Atmosfir jelang Pilpres 2019 kian memanas. Cukup banyak manuver diluncurkan dari kedua kubu atau dari pihak lain yang membuat suhu perpolitikan tanah air naik.

Terbaru adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memberikan award kebohongan untuk calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dan politikus Partai Demokrat Andi Arif.

Hal itu pun memancing kontroversi sampai-sampai  Peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro angkat komentar soal itu.

Dia menilai,  tindakan PSI telah  melampaui batas. Menurutnya, semestinya PSI berfokus pada tugas dan fungsinya sebagai partai politik.

Baca Juga :  Kasus Kabut Asap, Kelompok Profesional Malaysia Hendak Gugat Pemerintah Indonesia Rp 3.352

“Fungsi partai politik itu melakukan pendidikan politik, mencerdaskan masyarakat secara politik, melakukan agregasi, melakukan artikulasi,” kata Siti, Sabtu (5/1/ 2019).

Siti menuturkan, terlebih sebagai partai baru PSI harus berfokus melakukan konsolidasi internal demi memastikan lolos ke parlemen. Siti menganggap tugas penting PSI saat ini ialah melakukan sosialisasi agar dikenal dan berupaya membuktikan diri pantas menjadi wakil rakyat.

“Semua partai baru harus tahu dirinya, dia belum tahu ada di parlemen, dia belum tahu apakah bisa memenuhi kuota empat persen,” kata Siti.

Baca Juga :  Suami Tak Mau Belikan Pembalut, Ibu Muda Ini Bunuh 2 Balita Kembarnya

Dia juga menyebut tindakan PSI itu berbahaya dan bisa berbalik menyerang dirinya sendiri. Sebab, yang dikritik PSI adalah calon presiden-wakil presiden yang memiliki banyak massa, serta elite partai politik yang sudah mapan.

Award kebohongan kepada Prabowo, Sandiaga, dan Andi Arief itu ditandatangani Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni.

Award disematkan kepada ketiga orang itu lantaran pernyataan terkait selang cuci darah Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM), membangun tol Cipali tanpa utang, dan tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok.

Baca Juga :  Hutan Gunung Semeru Terbakar, Api Mengarah ke Jurang

“Ini berbahaya sekali. Tidak apa-apa dukung Pak Jokowi tapi caranya yang elok,” ujar Siti.

Jika mengkritik hanya demi kepentingan elektoral, lanjut Siti, pihak lawan dapat melakukan serangan balik terhadap PSI. Semisal, ujarnya, kesalahan PSI dan capres yang didukungnya, Joko Widodo, akan dicari-cari.

“Nanti di sana dikulik-kulik, nanti terjadi respons-respons yang tidak bagus,” kata Siti. “Dia juga bisa di-sue secara hukum. #tempo.co

Loading...