JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kasus Kontainter Surat Suara Hoax, Moeldoko: Jangan Main-main!

berita hoax
ilustrasi. Tempo.co
berita hoax
ilustrasi/tempo.co

JAKARTA – Jelang Pilpres 2019, serangan demi serangan dari kubu Capres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga telah masuk catatan kubu Capres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf. Karen itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Moeldoko memperingatkan agar kubu seberang tidak bermain-main.

Moeldoko menuding ada upaya sistematis dari kubu Prabowo – Sandiaga agar publik memiliki sentimen negatif terhadap pemerintah.

“Ada sebuah upaya sistematis untuk memobilisasi yang ujung-ujungnya adalah memunculkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah atau penyelenggara Pemilu. Ini sudah jelas,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/1/2019).

Moeldoko mencontohkan, salah satu upaya kubu pasangan nomor 02 itu ialah menyebut Komisi Pemilihan Umum condong ke salah satu kubu calon presiden. Selain itu, kubu Prabowo – Sandiaga juga melancarkan serangan lewat tudingan adanya KTP ganda, dan surat suara yang telah tercoblos.

Baca Juga :  Mengaku Punya Ilmu Menghilang, Pria Ini Tetap Ketahuan saat Coba Mempraktikkan Ilmunya untuk Mencuri. Baru Belajar Sebulan, Belum Lunasi Biaya Kursus

Menurut Moeldoko, tim Jokowi – Ma’ruf telah mencatat sejumlah upaya serangan kubu lawan. Ia pun mengingatkan agar mereka tidak bermain-main.

“Kita sudah punya catatan. Jangan main-main ya. Makanya kemarin saya bilang, lanjutkan permainan itu. Saya akan mainkan juga,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, sebuah pesan viral beredar di media sosial mengenai 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Salah seorang yang turut menginformasikannya adalah Andi Arief, politikus Partai Demokrat. Partai tersebut merupakan partai pendukung pasangan Prabowo – Sandiaga.

Baca Juga :  Bermodus Rindu, Seorang Ayah Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Melalui akun Twitter resminya @AndiArief_, politikus Partai Demokrat ini menyampaikan informasi ada 7 kontainer surat suara tiba di Tanjung Priok.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” tulis Andi dalam cuitannya pada pukul 20.05 WIB. Namun, tak lama berselang, Andi menghapus cuitannya.

Cuitan Andi ini disebut sebagai salah satu penyebab kabar hoaks surat suara cepat tersebar. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan kabar tersebut hoaks setelah memastikannya langsung ke Tanjung Priok.

www.tempo.co