JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Komunitas Peduli Kali Nongo Indah Gelar Malam Syukuran

Istimewa
Istimewa

Suatu ketika, di Bulan Februari 2018, Subroto dan kawan-kawannya sedang mancing di Kali Winongo. Saat tali pancing ditarik, ada sesuatu yang memberati.

Namun setelah ditarik, bukan ikan yang didapat. Melainkan sampah plastik dan sampah daun.

Sejak kejadian itu, muncul tekad Subroto untuk membersihkan Kali Winongo dari sampah. Ia khawatir melihat sampah-sampah itu telah membuat kotor dan mempersempit aliran sungai.

“Saya merasa harus menyelamatkan Kali Winongo,”ujarnya, sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim Nurbowo ke Joglosemarnews.

Sebagai langkah awal untuk menyamatkan Kali Winongo itulah,pensiunan polisi Polsek Parangtritis itu membentuk Komunitas Peduli Kali Nongo Indah (Kolingin).

Istimewa

Pada mulanya, kehadiran Kolingin hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Namun upaya yang dilakukan berbulan-bulan itu membuahkan hasil. Di penghujung tahun, eksistensi mereka mulai diakui.

Bahkan, kiprah yang dilakukan oleh Kolingin mengundang kelompok-kelompok dan lembaga swadaya masyarakat untuk ikut berperan serta di dalamnya, salah satunya adalah Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Dewan Dakwah.

Baca Juga :  UGM Kembangkan Sistem Peringatan Dini Gempa, Klaim Bisa Deteksi dan Prediksi Gempa 3 Hari Sebelum Terjadi

Sabtu yang lalu (22/12/2018) Kolingin menggelar malam tasyakuran di Manding Serut, Bantul, DIY.

Pada kesempatan itu, Laznas Dewan Dakwah menyerahkan secara resmi penggunaan Markas Kolingin, satu unit perahu karet patroli sungai, dan empat unit sarana permainan anak-anak.

‘’Sekarang jadi lega rasanya,’’ ujar Subroto (59), Ketua Kolingin.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan dukungan terbuka dari masyarakatdalam tasyakuran itu menjadi obat pelipur lara aktivis Kolingin.

Yang lebih menggembirakan, Laznas Dewan Dakwah juga menebarkan lebih dari 20 kg lele di Kali Winongo.

Di tubuh Kolingin, Subroto tidak sendirian. Ia bekerja bersama dengan rekan-rekannya, seperti Hary Nirbaya (52), Nurhayati (52),Awan Prabowo (30), Bogiman (58) dan Purwadi (54).

“Untuk tahap pertama, target kita adalah ruas kali sepanjang 700 meter dari sisi selatan Jembatan Manding hingga dam di ujung dusun,’’ terang Hary yang berprofesi sebagai praktisi audiovisual.

Baca Juga :  Pulang dari Banten dan Surabaya, 4 Warga Gunungkidul Positif Covid-19

Kali Winongomerupakan salah satu sungai yang mengular melalui wilayah DIY.Panjangnya 43,75 km dan berlika-liku melintasi 19 kecamatan di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul.

Kalidemikian warga menyebut nama ringkasnya, berhulu dari beberapa sungai kecil di Gunung Merapi, dan bermuara  di Kali Denggung.

Sejak tiga tahun terakhir, Kali Nongo ditata oleh Endang Rohjani dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA). LSM ini berhasil memberdayakan kawasan kali dari kumuh menjadi indah dan menambah penghasilan masyarakat sekitarnya.

Bahkan, penataan Kali Winongo jadi referensi Anies Baswedan Tak lama setelah terpilih jadi gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mendatangi bantaran Kali Winongo di Kampung Ngampilan Kota Yogyakarta.

Penataan bantaran Kali Nongo di tahun 2016 cukup berhasil dan bisa menjadi kawasan percontohan. Suhamdani