JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Luar Biasa, Sukoharjo Raih Piala Adipura Lagi. Sudah 3 Kali Berturut Sejak 2016

Penyerahan piagam Adipura dari Wapres Jusuf Kalla
Penyerahan piagam Adipura dari Wapres Jusuf Kalla

SUKOHARJO–Kembali Kabupaten Sukoharjo meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil. Raihan tersebut  bukan yang pertama kali namun sudah yang ketiga secara berturut-turut sejak 2016.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla kepada Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). Turut mendampingi Wapres, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya dan anggota Dewan Pertimbangan Adipura, Prof. Haryadi.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, Selasa (15/1/2019) menerangkan, penghargaan Adipura ini diraih karena penilaian yang tinggi terkait pengelolaan sampah skala kota, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), taman atau ruang terbuka hijau (RTH) dan sekolah dengan baik. Serta memiliki kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) upaya pengelolaan sampah dalam bentuk Peraturan Bupati.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

“Prinsip utama penerapan Adipura adalah pelibatan peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan,” jelas dia.

Ada lagi nilai plus untuk Sukoharjo kembali meraih Adipura. Yakni terpasangnya sistem pengelolaan sampah dengan basis sistem teruji dan data yang akurat terverifikasi di Sukoharjo serta pemenuhan ruang terbuka hijau sesuai dipersyaratkan peraturan dan undang-undang.

Baca Juga :  Kasus Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Bertambah 11 Menjadi 589, Pasien Meninggal Tidak Bertambah

Program Adipura merupakan program nasional dan dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha, dalam mewujudkan sustainable city (kota berkelanjutan), yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial dan fungsi ekologis dalam proses pembangunannya dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik. Aris Arianto